Pemprov PBD Salurkan 4 Minibus Otsus ke SLB, Gubernur : Tak Boleh Ada Anak Disabilitas Absen Sekolah

IMANUEL JEERO
Gubernur PBD, Elisa Kambu serahkan bantuan mini bus Otsus bagi pelajar SLB.

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengambil langkah konkret dan tegas dalam memperkuat akses pendidikan inklusif dengan menyalurkan empat unit minibus sekolah kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Papua Barat Daya. Bantuan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) itu ditujukan untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tidak lagi terhambat masalah transportasi menuju sekolah.

Gubernur Elisa Kambu menegaskan, kendaraan operasional tersebut menjadi jawaban atas persoalan mendasar yang selama ini dihadapi siswa SLB, yakni keterbatasan akses antar-jemput dari rumah ke sekolah. Penyerahan bantuan dilakukan di Sorong, Jumat (9/1/2026).

“Bantuan ini bertujuan menjawab persoalan utama yang selama ini dihadapi siswa SLB, yakni keterbatasan akses transportasi dari rumah ke sekolah,” kata Elisa Kambu saat menyerahkan satu unit minibus kepada SLB Kota Sorong.

Empat unit minibus tersebut dialokasikan secara proporsional, masing-masing satu unit untuk SLB Kota Sorong, satu unit untuk SLB Kabupaten Sorong, serta dua unit untuk SLB di Raja Ampat. Seluruh kendaraan diserahkan kepada pihak sekolah untuk dikelola secara mandiri.

Menurut Gubernur, pihak sekolah bertanggung jawab penuh dalam pengoperasian kendaraan, mulai dari menjemput siswa dari rumah, mengantar ke sekolah, hingga memastikan kepulangan siswa setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

“Dengan adanya minibus ini, tidak ada lagi alasan anak-anak kita tidak bersekolah hanya karena hujan atau kendala transportasi. Aktivitas belajar mengajar harus tetap berjalan,” tegasnya.

Selain melayani antar-jemput siswa, minibus tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas sekolah di luar lingkungan SLB. Dengan demikian, sekolah tidak lagi bergantung pada sarana transportasi sewa yang selama ini menjadi kendala operasional.

Elisa Kambu mengakui, bantuan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan seluruh tantangan pendidikan anak disabilitas. Namun, kehadiran kendaraan operasional itu diyakini mampu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan tingkat kehadiran siswa.

“Setidaknya kehadiran kendaraan operasional ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan kehadiran siswa di sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, SLB merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Oleh sebab itu, penyediaan sarana prasarana, termasuk tenaga pendidik dan fasilitas pendukung, menjadi tanggung jawab Pemprov Papua Barat Daya. Seiring meningkatnya jumlah peserta didik, pemerintah juga mulai mempertimbangkan pengembangan infrastruktur sekolah.

“Dengan jumlah siswa yang terus meningkat, ruang pengembangan sekolah saat ini sudah cukup terbatas. Ke depan, kita pertimbangkan pembangunan gedung baru atau penambahan lantai untuk menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.

Mantan Bupati Asmat dua periode itu juga menyoroti perubahan positif dalam kesadaran masyarakat. Jika sebelumnya masih banyak orang tua ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus, kini pemahaman tersebut terus tumbuh.

“Sekarang semakin banyak orang tua yang berlomba-lomba menyekolahkan anaknya ke SLB. Ini kesadaran yang luar biasa dan harus terus kita dukung,” ujar Elisa Kambu.

Sementara itu, Guru SD Luar Biasa Inpres 73 Kota Sorong, Angger Sukma Nugrahani, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Papua Barat Daya terhadap pendidikan inklusif.

“Ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah provinsi kepada kami. Satu unit minibus ini sangat membantu untuk menjemput siswa ke sekolah maupun mendukung kegiatan di luar sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SD Luar Biasa Inpres 73 Kota Sorong saat ini membina 101 siswa dengan beragam kebutuhan khusus, mulai dari hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, fisik, hingga autisme dan hiperaktif. Dengan dukungan kendaraan operasional tersebut, ia berharap kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Papua Barat Daya dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network