Kadisdik Papua Kutuk Serangan KKB yang Tewaskan Guru di Yahukimo, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan

STEVANI GLORIA
Bendera setengah tiang dikibarkan di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

 

Jayapura, iNewssorongraya.id – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait, mengutuk keras serangan brutal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua. Serangan yang terjadi pada Jumat (21/3/2025) ini menyebabkan seorang guru, Rosalia Rerek Sogen, meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

"Kami mengutuk perbuatan keji dan tidak manusiawi ini. Mereka menggunakan berbagai argumen untuk membenarkan tindakan mereka. Kami berharap aparat keamanan segera menangkap para pelaku," tegas Christian Sohilait.


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait [Tengah] saat melayat jenazah korban kekejaman KKB di RS TNI AD Mathen Indey.

 

Sebagai bentuk belasungkawa, Dinas Pendidikan Papua mengibarkan bendera setengah tiang di kantornya sebagai penghormatan kepada Rosalia Rerek Sogen, yang dianggap sebagai pahlawan pendidikan di pedalaman Papua.

Duka Mendalam dan Langkah Pengamanan


Jenazah guru kontrak, Rosalina Rerek Sogen akhirnya berhasil di evakuasi pasukan gabungan Polri dan TNI.

 

Kadisdik Papua menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta berharap para guru dan tenaga medis yang terluka segera pulih. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan guna memastikan perlindungan bagi para tenaga pendidik yang bertugas di daerah rawan konflik.

"Duka cita yang mendalam, penghiburan sejati bagi keluarga korban, serta doa agar para korban luka mendapatkan kesembuhan melalui tangan dokter dan paramedis," ujar Sohilait.

Kronologi Serangan: Satu Guru Tewas, Beberapa Korban Luka-Luka


Sejumlah korban luka saat di evakuasi ke Jayapura.

 

Serangan KKB menyasar 10 orang yang terdiri dari tenaga pendidik dan medis. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, tiga mengalami luka berat, empat luka ringan, dan dua orang dalam kondisi aman namun memilih tetap tinggal di Yahukimo.

Korban tewas dalam insiden ini adalah Rosalia Rerek Sogen, seorang guru asal Suku Flores. Sementara korban luka-luka yang telah dievakuasi antara lain:

  • Doinisiar Taroci More (guru), luka ringan
  • Vantiana Kambu (guru), luka ringan
  • Paskalia Peni Tere Liman (guru), luka ringan
  • Fidelis De Lena (guru), luka berat
  • Kosmas Paga (guru), luka berat
  • Irawati Nebobohan (tenaga kesehatan), luka berat
  • Penus Lepi (guru), sempat dirawat namun telah dipulangkan

Dua korban lainnya, Lenike Saban (guru) dan Erens Sama (petani), memilih untuk tidak dievakuasi dan tetap berada di Yahukimo.

Evakuasi Penuh Tantangan, Aparat Kejar Pelaku


Korban kekejaman KKB berhasil dievakuasi Pasukan gabungan Polri dan TNI, dan mendapat penanganan medis.

 

Proses evakuasi korban dilakukan oleh TNI dan Polri melalui Kogabwilhan dan Satgas Ops Damai Cartenz-2025. Medan yang sulit membuat evakuasi hanya bisa dilakukan melalui jalur udara. Namun, berkat koordinasi yang baik, seluruh korban berhasil dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku, dan situasi di Distrik Anggruk dilaporkan mulai kondusif.

Aparat: KKB Sengaja Ciptakan Ketakutan dan Hambat Pembangunan


Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani.

 

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa serangan ini merupakan upaya KKB untuk menciptakan ketakutan dan menghambat pembangunan di Papua.

"Ini adalah tindakan keji. Para guru dan tenaga medis itu bukan militer, mereka adalah pendidik dan pelayan masyarakat yang mengabdikan diri untuk anak-anak Papua," ujar Brigjen Faizal.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat agar tidak terpancing propaganda KKB dan tetap mendukung upaya keamanan di wilayah tersebut.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak termakan propaganda yang menyesatkan. Aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah rawan," kata Yusuf Sutejo.

Komitmen Negara: Pendidikan dan Kesehatan Tak Akan Terhenti


Para korban kekejaman KKB setelah berhasil diselamatkan Pasukan Gabungan Polri dan TNI.

 

Pemerintah dan aparat keamanan menegaskan bahwa aksi kekerasan ini tidak akan menghentikan upaya negara dalam memberikan layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Papua. Sebaliknya, insiden ini semakin memperkuat tekad untuk memastikan keamanan serta kelangsungan pembangunan di wilayah tersebut.

"Kami akan terus bekerja untuk memastikan para guru dan tenaga medis dapat bertugas dengan aman, karena pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar masyarakat Papua yang tidak boleh terhambat oleh teror," tutup Christian Sohilait.

 

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network