MANOKWARI, iNewssorongraya.id – Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam XVIII/Kasuari Tahun 2025 yang digelar di Aula Makodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, menyoroti peran penting Komandan Satuan (Dansat) sebagai motor penggerak dalam tubuh TNI Angkatan Darat (TNI AD). Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, menegaskan bahwa setiap Dansat harus memiliki pemikiran visioner, tanggung jawab tinggi, serta profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
“Sebagai pemimpin, kita tidak hanya bertugas di satuan masing-masing, tetapi juga menjadi agen perubahan yang harus selalu adaptif terhadap dinamika global. Jangan hanya menjadi pengamat, tetapi jadilah penggerak dalam setiap perubahan yang positif,” ujar Pangdam dalam arahannya.
Rapim kali ini mengusung tema Kodam XVIII/Kasuari yang Profesional, Modern, dan Adaptif Siap Mendukung Pembangunan Nasional di Wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya Menuju Indonesia Maju. Dalam konteks ini, TNI AD diharapkan terus memperkuat kesiapan menghadapi berbagai ancaman, baik yang bersifat tradisional maupun non-tradisional, sebagaimana ditekankan dalam Rapim TNI-Polri oleh Presiden RI.
Komandan Korem 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Aswin Kartawijaya, yang turut hadir dalam Rapim, menegaskan komitmennya dalam mengatasi tantangan di wilayah Kodam XVIII/Kasuari. Beberapa tantangan yang menjadi perhatian antara lain ancaman keamanan, penolakan terhadap program makan siang bergizi gratis, serta keterbatasan infrastruktur yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Korem 182/Jazira Onim siap mendukung Kodam XVIII/Kasuari agar tetap profesional, modern, dan adaptif, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional di Papua Barat dan Papua Barat Daya,” ujar Kolonel Inf Aswin.
Dalam upaya mewujudkan tujuan nasional, sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi prioritas utama. Program ketahanan energi, pangan, dan air yang telah dicanangkan pemerintah juga menjadi fokus utama untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga.
Pangdam XVIII/Kasuari juga menekankan pentingnya mendukung kebijakan prioritas yang telah ditetapkan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), termasuk swasembada pangan, air, energi, serta upaya pencegahan stunting melalui program makanan bergizi dan dapur sehat. Selain itu, modernisasi alutsista, penghijauan, serta pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal juga menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
“Sebagai pemimpin satuan, kita harus menjadi teladan dalam pelaksanaan program ini. Tidak boleh puas dengan pencapaian yang sudah ada, tetapi teruslah berinovasi dan bekerja keras demi bangsa dan negara,” tegas Pangdam.
Rapim ini juga mencakup berbagai paparan dari pejabat terkait, termasuk Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Dian Hardiana, Sekda Provinsi Papua Barat, para Danrem, dan para Asisten Kasdam. Selain itu, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pengangkatan Duta Damai Papua dan penandatanganan pencanangan zona integritas sebagai bentuk komitmen Kodam XVIII/Kasuari dalam menjaga profesionalisme dan integritas.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari, para Dansat jajaran, serta perwakilan pemerintah daerah yang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi demi mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait