Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gagal Kabur! Pemotor Bawa 9 Paket Ganja Diringkus Polisi di Depan Bandara DEO Sorong
Advertisement . Scroll to see content

Aksi Humanis Polisi di Kota Sorong, Buka Blokade Jalan Akibat Konflik Internal LMA YAWA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:21 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Aksi Humanis Polisi di Kota Sorong,  Buka Blokade Jalan Akibat Konflik Internal LMA YAWA
Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan tokoh adat berdialog langsung dengan massa aksi guna membuka blokade jalan dan memediasi Mubes LMA-YAWA.(FOTO: inews Soraya.id)

 


KOTA SORONG, iNewssorongraya.id — Bentrokan kepentingan dalam tubuh adat berujung ketegangan di jalan raya berhasil diredam berkat pendekatan humanis personel Kepolisian Polsek Timur, Polresta Sorong Kota di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (22/10/2026). 

Aksi massa yang memblokade jalur utama dengan membakar ban bekas sempat melumpuhkan arus lalu lintas sebelum akhirnya berhasil dibuka kembali secara damai. 

Ketegangan tersebut bermula ketika massa dari masyarakat Adat Yapen Waropen Sorong Raya turun ke jalan guna menolak rencana pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Masyarakat Adat Yapen Waropen (LMA-YAWA) Sorong Raya. Massa menilai agenda tersebut digelar secara sepihak, menyalahi mekanisme organisasi, serta mengabaikan kedudukan Dewan Adat sebagai struktur tertinggi. 

Menanggapi situasi yang kian memanas, Kapolsek Sorong Timur AKP Ahmad Wira Wisudawan bersama personel Samapta bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian guna mencairkan suasana. Tanpa tindakan represif, aparat kepolisian memilih mengedepankan dialog terbuka untuk meyakinkan massa agar membuka akses jalan demi kepentingan publik.
"Kami mengedepankan langkah persuasif untuk meredam aksi massa, dan alhamdulillah akhirnya blokade jalan dibuka serta arus lalu lintas kembali normal," ujar AKP Wira di lokasi kejadian.

Ia juga menambahkan bahwa jajaran Satuan Lalu Lintas langsung diterjunkan untuk mengalihkan jalur kendaraan guna meminimalisasi kemacetan parah akibat penutupan jalan tersebut. 

Kehadiran aparat keamanan di lokasi turut didukung oleh unsur pemerintah daerah. Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, George Japsenang, bersama anggota DPR Papua Barat Daya jalur Otonomi Khusus (Otsus), Robby Wanma, hadir di tengah-tengah massa guna mendengarkan aspirasi sekaligus menjembatani dialog antarkedua belah pihak yang berselisih paham.

Dalam tuntutannya, perwakilan masyarakat adat mendesak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya agar bersikap tegas dalam menelaah keabsahan mekanisme Mubes tersebut. Mereka mengingatkan agar persoalan internal organisasi tidak berujung pada perpecahan yang dapat merusak keharmonisan masyarakat adat di tanah Papua.
"Kami mendesak Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya agar bersikap tegas dan melakukan penelaahan secara cermat terhadap rencana pelaksanaan Mubes tersebut agar tidak memicu perpecahan," tegas perwakilan masyarakat dalam pernyataan sikapnya.

Sebagai tindak lanjut atas kisruh ini, pihak kepolisian memfasilitasi kedua kubu yang berselisih untuk melanjutkan perundingan secara formal di Mapolresta Sorong Kota. Melalui langkah mediasi tersebut, seluruh pihak diharapkan mampu menyelesaikan perbedaan pendapat secara kepala dingin dan mengedepankan marwah adat istiadat yang berlaku.
"Rencananya akan ada mediasi antara kedua pihak yang berselisih paham di Polresta Sorong Kota," tandas AKP Wira. 

Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Sorong telah berangsur normal, sementara aktivitas harian warga kembali berjalan seperti biasa tanpa hambatan berarti.

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut