Festival Pesona Raja Ampat 2026 Buka Peluang Petumbuhan UMKM Lokal
WAISAI, iNewssorongraya.id — Festival Pesona Raja Ampat 2026 membuka ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pameran produk lokal selama tiga hari penyelenggaraan. Agar manfaatnya berlanjut setelah acara berakhir, promosi tersebut perlu diikuti penguatan akses pasar dan pengukuran dampak ekonomi.
Festival yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Pantai Waisai Torang Cinta itu menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk lomba kuliner wisata, pertunjukan seni budaya, serta pameran UMKM. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mendorong keterlibatan pelaku usaha setempat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung sekaligus memperluas pengenalan terhadap kekayaan kuliner dan kreativitas masyarakat Raja Ampat.
Dalam penutupan festival, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, menekankan pentingnya menghubungkan kegiatan pariwisata dengan sektor usaha lokal.
Ia mengatakan, penyelenggaraan acara daerah dapat menjadi instrumen untuk memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan pergerakan wisatawan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Reza juga mengajak Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat memperkuat ekosistem pariwisata di sekitar kegiatan festival dengan melibatkan destinasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan paket wisata.
Keterhubungan tersebut berpotensi memperluas peluang pendapatan. Wisatawan tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga dapat membeli produk lokal, mencicipi kuliner tradisional, serta menggunakan jasa usaha masyarakat.
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha dan seluruh pihak yang mendukung festival. Ia berharap pendampingan Kementerian Pariwisata terus berlanjut agar penyelenggaraan berikutnya semakin matang dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Di sisi lain, kesinambungan usaha juga membutuhkan dukungan promosi digital, peningkatan kualitas produk, kemasan yang menarik, serta akses distribusi. Langkah tersebut dapat membantu pelaku UMKM menjangkau pasar di luar momentum festival.
Rangkaian acara ditutup dengan pesta rakyat yang menghadirkan artis lokal Papua dan disambut antusias warga Waisai.
Festival Pesona Raja Ampat memiliki peluang menjadi penggerak ekonomi lokal. Namun, ukuran keberhasilannya bukan semata jumlah stan atau kemeriahan pengunjung, melainkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan pelaku usaha dan dipertahankan setelah festival berakhir.
Editor: Chanry Suripatty