Festival Pesona Raja Ampat 2026 Ditutup, Kelestarian Laut Jadi Taruhan Pariwisata
WAISAI, iNewssorongraya.id — Pengembangan pariwisata Raja Ampat harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut. Pesan tersebut mengemuka dalam penutupan Festival Pesona Raja Ampat 2026 ketika Kementerian Pariwisata mengingatkan besarnya tanggung jawab menjaga kelestarian alam di tengah popularitas destinasi bahari itu.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, menyampaikan pesan tersebut saat menutup festival di Pantai Waisai Torang Cinta, Sabtu (17/10/2026). Ia hadir mewakili Menteri Pariwisata.
Menurut Reza, keindahan alam Raja Ampat yang dikenal hingga mancanegara harus diimbangi dengan pengelolaan pariwisata yang memperhatikan lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.
“Keberlanjutan pariwisata Raja Ampat harus kita jaga bersama dengan memastikan bahwa keindahan alam, kelangsungan ekosistem laut, dan kehidupan masyarakat lokal tetap terpelihara untuk generasi mendatang,” ujar Reza.
Ia juga menyoroti posisi Raja Ampat sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Karena itu, dukungan terhadap upaya pelestarian dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan menjadi penting, termasuk dalam proses revalidasi status geopark tersebut.
“Berlebih Raja Ampat merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark, oleh karena itu, mari kita dukung bersama upaya pelestarian dan pengelolaan Raja Ampat secara berkelanjutan,” katanya.
Penyelenggaraan Festival Pesona Raja Ampat pada 15–17 Oktober 2026 menghadirkan berbagai aktivitas, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, lomba kuliner, hingga pameran UMKM. Pemerintah daerah juga mendorong kegiatan tersebut untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan kegiatan wisata membutuhkan perhatian terhadap kebersihan lokasi acara, pengelolaan sampah, dan perilaku pengunjung. Aspek-aspek tersebut perlu menjadi bagian dari perencanaan agar kegiatan promosi tidak mengabaikan kondisi lingkungan.
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan pantai setelah festival berakhir. Ia mengapresiasi petugas kebersihan, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan petugas lapangan yang mendukung kelancaran acara.
“Festival yang sesungguhnya justru dimulai setelah panggung ini ditutup,” tegas Orideko.
Pernyataan itu menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap destinasi tidak berakhir bersama penutupan acara. Pemerintah, penyelenggara, pelaku usaha, dan wisatawan memiliki peran dalam menjaga kebersihan serta mendukung perlindungan lingkungan.
Bagi Raja Ampat, kelestarian alam bukan sekadar pelengkap promosi, melainkan fondasi utama pariwisata. Pengakuan nasional terhadap festival akan lebih bermakna apabila pengembangan destinasi berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan kepentingan masyarakat lokal.
Editor: Chanry Suripatty