Bangga! Untuk Ketiga Kalinya Festival Pesona Raja Ampat Kembali Masuk Kharisma Event Nusantara 2026
WAISAI, iNewssorongraya.id — Festival Pesona Raja Ampat kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 untuk ketiga kalinya. Pengakuan Kementerian Pariwisata tersebut memperkuat posisi festival sebagai agenda promosi pariwisata daerah, tetapi manfaatnya bagi masyarakat dan keberlanjutan destinasi tetap menjadi pekerjaan penting.
Penghargaan tersebut diserahkan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, yang mewakili Menteri Pariwisata, kepada Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam saat penutupan Festival Pesona Raja Ampat 2026 di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Sabtu (17/10/2026).
Festival yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 itu menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari lomba suling tambur, kuliner wisata, tarian adat, hingga perahu hias. Panitia juga menyelenggarakan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam menyelenggarakan festival tersebut.
“salah satunya melalui penyelenggaraan event festival Pesona Raja ampat tahun 2026 yang kembali terpilih untuk ketiga kalinya masuk dalam jajaran Kharisma event Nusantara, mudah-mudahan tahun depan kita terpilih kembali,” ujar Reza dalam sambutannya.
Menurut Reza, penyelenggaraan festival daerah dapat memperkuat identitas destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas promosi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara itu, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, mitra, sponsor, panitia, pelaku usaha, komunitas seni, serta masyarakat yang mendukung pelaksanaan festival.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan acara tidak berhenti pada kemeriahan panggung. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu melanjutkan komitmen menjaga kebersihan pantai dan melestarikan budaya lokal.
“Festival yang sesungguhnya justru dimulai setelah panggung ini ditutup,” tegas Orideko.
Penutupan festival kemudian dilanjutkan dengan pesta rakyat yang dihadiri ratusan warga Waisai. Penampilan artis lokal Papua mengakhiri rangkaian acara dalam suasana kebersamaan.
Pengakuan KEN 2026 menjadi modal promosi bagi Raja Ampat. Tantangan selanjutnya adalah memastikan festival tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alamnya.
Editor: Chanry Suripatty