Kapolres Maybrat Pastikan Situasi Kondusif Pascakontak Senjata TNI-OPM
Personel TNI juga dilaporkan mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101. Sementara itu, satu pucuk senjata jenis Caracal disebut terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian. Laporan awal tersebut menyatakan tidak ada korban dari pihak TNI.
Informasi mengenai identitas korban dan kondisi dua orang yang dilaporkan terseret arus sungai tersebut masih perlu merujuk pada perkembangan resmi dari pihak berwenang.
Jandry menyebut pihaknya terus memantau perkembangan situasi, termasuk di wilayah pelosok, untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari kontak senjata.
“Kami dari kepolisian terus memonitor perkembangan hingga ke pelosok, untuk mengantisipasi ekses dari kejadian tersebut. Dan puji Tuhan, hingga saat ini masih tetap aman,” tuturnya.
Ia juga merujuk pada informasi yang disampaikan melalui akun Facebook juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Menurut Jandry, informasi tersebut menyebut orang-orang yang dilaporkan meninggal dalam insiden itu merupakan anggota kelompok bersenjata.
“Pihak mereka (TPNPB-OPM) juga sudah keluarkan informasi di media sosial Facebook melalui jubir mereka itu (Sebby Sambom) yang menyatakan bahwa mereka yang dilaporkan meninggal itu murni kombatan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan Kapolres mengenai informasi dari pihak kelompok bersenjata. Status dan identitas korban tetap perlu mengacu pada verifikasi resmi.
Sementara itu, Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto sebelumnya menegaskan bahwa penanganan kelompok bersenjata harus dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum. Ia juga menyatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan operasi.
“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh. Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka,” tegas Riyanto dalam keterangan pers, Jumat (9/10/2026).
Di tengah perkembangan informasi mengenai kontak senjata tersebut, Jandry mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta warga segera melapor kepada aparat keamanan apabila menemukan informasi yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Masyarakat juga diharapkan agar tidak termakan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Jika ada informasi yang sekiranya dapat mengganggu kamtibmas, silakan bisa melaporkan langsung kepada aparat keamanan di Maybrat,” imbaunya.
Editor: Chanry Suripatty