Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Baru Masuk TKP, Kekerasan Terhadap Tiga Warga Maybrat Masih Misteri
Advertisement . Scroll to see content

Tuntas! Koops TNI Habema Berhasil Rebut Dua Senjata Marinir yang Dirampas Kelompok OPM di Maybrat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 03:09 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Tuntas! Koops TNI Habema Berhasil Rebut Dua Senjata Marinir yang Dirampas Kelompok OPM di Maybrat
Koops TNI Habema berhasil mengamankan kembali dua senjata organik Yonif 9 Marinir, jenis Caracal dan K3 Daewoo, yang dirampas kelompok Manfred Fatem dalam penyerangan di Sory, Maybrat, pada Maret 2026. (Sumber: Penerangan Koops TNI Habema)

 

MAYBRAT, iNewssorongraya.id — Koops TNI Habema berhasil merebut kembali dua senjata organik Yonif 9 Marinir, jenis Caracal dan K3 Daewoo, yang dirampas kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem selama hampir tujuh bulan. Pengamanan senjata K3 Daewoo pada Sabtu (17/10/2026) menuntaskan pencarian setelah senjata Caracal ditemukan sehari sebelumnya.

Kedua senjata tersebut dirampas dalam penyerangan terhadap pos Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory, Kabupaten Maybrat, pada 22 Maret 2026.

Keberhasilan itu dicapai melalui Operasi Badai Kasuari 3.12 yang melibatkan Satgas Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Kewilayahan Yonif 764/IB. Tim gabungan melakukan pendalaman informasi dan pencarian secara berkelanjutan hingga seluruh senjata organik yang dirampas berhasil diamankan kembali.

Selain kedua senjata tersebut, personel gabungan turut mengamankan satu pucuk senjata api rakitan campuran, 19 butir amunisi kaliber 5,56 mm, tiga magazen, alat bidik, dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengapresiasi ketekunan dan profesionalisme prajurit dalam menuntaskan operasi tersebut.

"Dua senjata organik yang dirampas kelompok Manfred Fatem akhirnya berhasil kita ambil kembali seluruhnya. Ini merupakan bukti kesungguhan, kerja keras, dan tanggung jawab prajurit dalam menuntaskan tugas. Saya memberikan penghargaan kepada seluruh personel yang telah bekerja dengan disiplin dan profesional," tegas Brigjen TNI Riyanto.

Menurut Riyanto, pengamanan kembali persenjataan tersebut tidak sekadar memulihkan materiil satuan, tetapi juga mengurangi potensi penyalahgunaan senjata untuk melakukan kekerasan.

"Setiap senjata yang berhasil diamankan berarti berkurangnya potensi ancaman terhadap keselamatan manusia. TNI akan tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, dengan tindakan yang selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Namun, kepada saudara-saudara yang ingin meninggalkan kekerasan, jalan damai tetap terbuka," lanjut Pangkoops.

Koops TNI Habema menyatakan operasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat Daya. Pengamanan wilayah akan dilanjutkan melalui pendekatan teritorial dan kemanusiaan untuk mendukung kehidupan masyarakat yang aman dan normal.

Tuntasnya pencarian dua senjata itu menandai keberhasilan pemulihan persenjataan Yonif 9 Marinir yang sebelumnya dirampas dalam serangan di Sory. Namun, upaya menjaga keamanan tetap membutuhkan penanganan ancaman secara profesional, perlindungan masyarakat, dan ruang bagi penyelesaian damai.

 

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut