Hujan Es Hantam Tiga Distrik di Lanny Jaya, Pemda Khawatir Ketahanan Pangan Terancam Setahun
TIOM, iNewsSorongraya.id – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya bergerak cepat menangani dampak hujan es yang menghantam tiga distrik pada 16 Agustus 2026. Bencana tersebut tidak hanya merusak lahan pertanian warga, tetapi juga memunculkan ancaman baru terhadap ketahanan pangan masyarakat hingga satu tahun ke depan.
Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom mengatakan kerusakan akibat fenomena tersebut berbeda dari kejadian sebelumnya. Hujan es kali ini disebut menghancurkan tanaman warga sehingga tidak dapat dipanen.
“Kami pastikan tim turun langsung ke lapangan. Dampak hujan es ini berbeda dari sebelumnya, bukan sekadar embun beku, tetapi menghancurkan tanaman hingga tidak bisa dipanen. Data riil harus segera dikumpulkan sebagai dasar kebijakan penanggulangan,” tegas Bupati Aletinus di Tiom, Rabu (19/8/2026).
Pemerintah daerah menerima laporan resmi mengenai kejadian itu sejak Selasa (18/8/2026). Sehari kemudian, Pemkab Lanny Jaya menurunkan tim ke Distrik Kuyawage, Wano Barat, dan Goa Baliem untuk memverifikasi kondisi lapangan serta menghitung tingkat kerusakan.
Aletinus sebelumnya memerintahkan pembentukan Tim Tanggap Darurat melalui surat keputusan. Tim yang dipimpin Asisten II Sekda Lanny Jaya tersebut melibatkan BPBD dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Pendataan menjadi langkah awal untuk memastikan pemerintah memiliki gambaran faktual mengenai luas kerusakan, kondisi tanaman, serta dampak yang kemungkinan ditanggung masyarakat. Hasil verifikasi itu selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan penanganan.
Persoalan utama yang dihadapi pemerintah bukan semata kerusakan tanaman, melainkan potensi terganggunya sumber pangan masyarakat. Jika gagal panen meluas, warga berpotensi menghadapi tekanan ekonomi dan kebutuhan pangan dalam periode yang lebih panjang.
“Tanaman rusak, pertanian gagal panen. Oleh sebab itu, kami butuh dukungan penuh dari provinsi dan pusat. Tim harus bekerja cepat, tepat, dan melaporkan hasilnya secara berjenjang,” ujarnya.
Pemkab Lanny Jaya karena itu meminta perhatian Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah pusat, termasuk BNPB serta Kementerian Sosial. Dukungan tersebut dinilai diperlukan untuk memperkuat penanganan, terutama apabila dampak bencana melebihi kemampuan pemerintah daerah.
Tim Tanggap Darurat juga ditugaskan melakukan koordinasi lintas sektor dan menyiapkan skema penanggulangan, baik untuk kebutuhan mendesak maupun pemulihan dalam jangka panjang.
Langkah tersebut menjadi penting karena pemerintah masih harus menunggu data lapangan sebelum menentukan besaran dan bentuk bantuan yang paling tepat. Dengan demikian, respons terhadap bencana tidak berhenti pada pendataan, tetapi diarahkan untuk menjaga keberlangsungan kehidupan dan ketahanan pangan masyarakat terdampak.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah melapor. Kami pastikan pemerintah bergerak cepat. Tuhan memberkati dan melindungi kita semua,” pungkasnya.
Pemkab Lanny Jaya kini menempatkan verifikasi kerusakan sebagai prioritas. Dari data itulah pemerintah akan menentukan kebutuhan penanganan berikutnya, sementara ancaman gagal panen membuat dukungan lintas pemerintahan menjadi semakin mendesak.
Editor : Hanny Wijaya