Pemkot Sorong Kuatkan SDM OAP, Pariwisata Didorong Jadi Mesin Ekonomi Baru
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya, memperkuat kapasitas sumber daya manusia Orang Asli Papua atau OAP dalam pengelolaan destinasi wisata. Langkah ini ditempuh agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku utama dalam pembangunan sektor pariwisata daerah.
Wakil Wali Kota Sorong H. Anshar Karim, secara resmi membuka Kegiatan Penguatan Kapasitas SDM OAP dalam Mengelola Destinasi Pariwisata Kota Sorong, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti 45 peserta dari unsur pelaku dan pengelola destinasi wisata.
Kegiatan itu turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong IZikri Atiqi Helmi. Pemerintah menempatkan pelatihan tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat tata kelola wisata berbasis masyarakat.
Anshar mengatakan sektor pariwisata memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kota Sorong, kata dia, memiliki peluang besar karena berada pada posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju Tanah Papua dan kawasan wisata unggulan di Papua Barat Daya.
"Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Menurut Anshar, Kota Sorong memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah hingga bahari. Namun, potensi itu tidak akan memberi manfaat besar apabila tidak ditopang oleh SDM yang terampil, profesional, dan mampu mengelola destinasi secara berkelanjutan.
Ia menilai penguatan kapasitas OAP menjadi kunci agar manfaat ekonomi dari sektor wisata tidak hanya dinikmati pihak tertentu. Pemerintah, lanjut dia, ingin masyarakat lokal memiliki ruang lebih besar dalam pengelolaan destinasi, pelayanan wisatawan, pelestarian budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Anshar juga menekankan pentingnya kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kawasan wisata. Menurut dia, kualitas destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.
"Pariwisata yang maju adalah pariwisata yang melibatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan, bukan hanya sebagai penonton," ujarnya.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk belajar, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring kerja sama. Pemerintah berharap peserta mampu membawa pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan masing-masing.
Anshar menegaskan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Sorong untuk mewujudkan kota yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera. Karena itu, sektor wisata harus dikelola dengan arah yang jelas dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Jika potensi wisata dikelola secara profesional, Anshar optimistis pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Kota Sorong. Selain membuka lapangan kerja, sektor ini juga dinilai mampu memperkuat citra Sorong sebagai destinasi wisata unggulan di Papua Barat Daya.
Kegiatan penguatan kapasitas SDM OAP tersebut diharapkan melahirkan pengelola wisata yang profesional, inovatif, dan berdaya saing. Dengan begitu, sektor pariwisata tidak hanya tumbuh sebagai agenda promosi daerah, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kota Sorong.
Editor : Chanry Suripatty