Tiga Calon Akpol PBD Lolos Panpus, Wakapolda : Seleksi Dilakukan Dengan Prinsip Betah
SORONG, iNewssorongraya.id – Tiga calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian atau Akpol Tahun Anggaran 2026 dari Panitia Daerah Papua Barat Daya dinyatakan lolos ke seleksi tingkat Panitia Pusat. Keputusan itu ditetapkan dalam Sidang Akhir Tingkat Panitia Daerah yang digelar Polda Papua Barat Daya di Aula Vicon Mapolda Papua Barat Daya, Jumat (26/6/2026).
Sidang tersebut dipimpin Wakil Ketua Panitia Daerah sekaligus Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa. Kegiatan itu juga dihadiri Katim Wasdal sekaligus Irwasda Polda Papua Barat Daya, Ketua Pelaksana yang juga Karo SDM Polda Papua Barat Daya, Ketua MRP, para pejabat utama Polda Papua Barat Daya, serta Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare.
Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa, mengatakan Sidang Akhir Tingkat Panitia Daerah menetapkan seluruh peserta yang mengikuti tahapan akhir memenuhi syarat untuk melanjutkan seleksi ke tingkat Panitia Pusat Akpol 2026.
“Jumlah peserta Calon Taruna/Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 Panda Papua Barat Daya yang mengikuti tahapan akhir sebanyak tiga orang. Mereka terdiri atas dua calon Taruna atau Polki dan satu calon Taruni atau Polwan,” ujar Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa.
Menurut Semmy, jumlah tersebut sesuai dengan kuota yang diberikan kepada Papua Barat Daya. Daerah ini memperoleh alokasi dua calon Taruna atau Polki dan satu calon Taruni atau Polwan untuk mengikuti seleksi lanjutan di tingkat pusat.
“Sesuai kuota yang ditetapkan, Papua Barat Daya memperoleh alokasi dua Polki dan satu Polwan. Dengan demikian, seluruh peserta yang mengikuti sidang akhir dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi Panitia Pusat Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026,” katanya.
Kelolosan tiga peserta tersebut sekaligus menjadi sorotan penting terhadap proses rekrutmen Polri di daerah. Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa seleksi dilakukan dengan prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
“Proses rekrutmen ini menjadi wujud komitmen Polda Papua Barat Daya dalam menghadirkan seleksi Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, sehingga dapat melahirkan calon-calon perwira Polri yang berkualitas, profesional, dan berintegritas,” tegasnya.
Seleksi tingkat Panitia Pusat dijadwalkan berlangsung mulai 3 Juli 2026. Pada tahap ini, tiga peserta asal Papua Barat Daya akan kembali menjalani proses penilaian lanjutan untuk menentukan kelayakan mereka masuk Akademi Kepolisian.
Polda Papua Barat Daya menyatakan hasil sidang akhir tingkat daerah bukan akhir dari proses seleksi, melainkan pintu masuk menuju tahapan yang lebih ketat di tingkat pusat. Transparansi, integritas, dan kualitas peserta akan menjadi ukuran utama dalam melahirkan calon perwira Polri dari Papua Barat Daya.
Editor: Hanny Wijaya