Ibu Angkat Diduga Bakar Anak 16 Tahun di Jayapura, Korban Meninggal Setelah 12 Hari Dirawat
SENTANI, iNewsSorongraya.id – Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun, DP, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari akibat luka bakar berat yang diduga dilakukan oleh ibu angkatnya di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.
Korban menghembuskan napas terakhir di RS Dian Harapan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIT setelah sebelumnya dirawat sejak insiden yang terjadi pada Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban diminta oleh ibu angkatnya, DAY untuk membeli barang di kios sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIT. Saat korban kembali ke rumah, pelaku diduga marah karena menganggap korban terlalu lama.
Dalam kondisi emosi, DAY diduga menyiramkan bensin ke tubuh korban lalu membakarnya. Akibat kejadian tersebut, siswi kelas III SMP Lentera Harapan itu mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh.
"Kondisi tubuh korban terbakar seluruh tubuh, tersisa rambut yang tidak terbakar," ujar sumber keluarga kepada iNewsSorongraya.id.
Selama menjalani perawatan medis, korban berada dalam kondisi kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis pagi.
Pihak keluarga berencana memakamkan jenazah korban pada Jumat (19/6/2026) pukul 10.00 WIT di Pekuburan Harapan, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur.
Kasus tersebut kini ditangani Polsek Sentani Timur. Informasi yang diperoleh menyebutkan pelaku sempat diamankan aparat kepolisian sesaat setelah kejadian. Namun, karena korban tidak memiliki pendamping selama menjalani perawatan di rumah sakit, pelaku disebut sempat dilepaskan untuk menemani korban.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan yang dikonfirmasi melalui pesan singkat dan sambungan telepon WhatsApp mengungkapkan, informasi terkait kasus tersebut akan segera dirilis oleh pihak Seksi Humas Polres Jayapura.
" Untuk informasinya akan segera dirilis oleh pihak Seksi Humas Polres Jayapura, mohon waktunya,"ungkap AKBP Dion melalui sambungan telepon Whatspp, Kamis (18/6/2026).
Kematian Dian Puhiri menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap anak yang berujung fatal. Publik kini menanti langkah penegakan hukum yang transparan dan tuntas guna mengungkap seluruh fakta di balik tragedi tersebut.
Editor : Hanny Wijaya