Tim DVI Polda Papua Kumpulkan 10 Sampel DNA Korban Ledakan Biak
BIAK NUMFOR, iNewssorongraya.id - Proses identifikasi korban ledakan di Biak Numfor terus dilakukan oleh Tim DVI Polda Papua. Hingga dua hari terakhir, tim telah mengumpulkan sepuluh sampel DNA postmortem.
Dalam konferensi pers di Gedung Negara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Sabtu malam, 6 Juni 2026, tim gabungan menyampaikan bahwa empat sampel DNA berhasil diambil pada hari tersebut. Seluruh sampel akan dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Perwakilan Bid DVI Polda Papua menjelaskan pemeriksaan DNA membutuhkan waktu paling cepat tujuh hari. Namun, durasi pemeriksaan dapat bertambah sesuai kondisi dan tingkat kesulitan sampel yang diperiksa.
Hingga H+7 pascaledakan, enam jenazah telah ditemukan. Tiga korban lainnya masih dicari oleh tim gabungan di area Ring 1 dan Ring 2 dengan radius pencarian yang diperluas hingga sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan proses pencarian korban dan identifikasi harus berjalan secara paralel agar penanganan pascaledakan dapat dilakukan secara maksimal.
"Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang masih menjadi lokasi pencarian maupun penyelidikan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan," ujar Kapolres.
Selain mengidentifikasi korban, tim gabungan menemukan sejumlah barang yang diduga terkait peristiwa ledakan. Barang tersebut antara lain dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam Evercross warna hitam, tiga dompet, satu pisau, satu gunting medis, satu pinset medis, dan satu GPS merek Garmin.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga menunggu keterangan resmi dari pemerintah maupun aparat berwenang.
Pemeriksaan DNA menjadi tahapan penting untuk memastikan identitas korban secara ilmiah, sementara pencarian tiga korban lain dan pengamanan lokasi tetap dilanjutkan oleh tim gabungan.
Editor : Hanny Wijaya