get app
inews
Aa Text
Read Next : Elimelek Dimara, Sang Pejuang di Balik Pesona Pulau Piaynemo Raja Ampat Tutup Usia

Hoaks Begal Waisai Terbongkar, Pelapor Ternyata Pakai Uang Perusahaan untuk Judi Online

Selasa, 19 Mei 2026 | 20:47 WIB
header img
Polres Raja Ampat membongkar hoaks begal di Logbon, Waisai. Pelapor mengaku merekayasa laporan setelah memakai uang perusahaan Rp14 juta untuk judi online. (Foto: Istimewa).

WAISAI, iNewssorongraya.id - Polres Raja Ampat mengungkap fakta di balik laporan dugaan begal yang sempat menghebohkan warga Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Peristiwa yang sebelumnya disebut terjadi di kawasan Logbon, Senin malam (18/5/2026), dipastikan tidak pernah terjadi.

Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, Iptu Arantaun, mengatakan laporan tersebut merupakan rekayasa yang dibuat sendiri oleh pelapor. Pria bernama Ari Priyanto, yang awalnya mengaku sebagai korban, akhirnya mengakui bahwa cerita begal itu hanya skenario untuk menutupi penggunaan uang perusahaan.

“Kasus penjambretan atau begal yang sempat viral kemarin malam itu tidak benar. Itu hanya hoaks yang dibuat oleh yang bersangkutan,” kata Arantaun saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Arantaun, Ari menggunakan uang perusahaan sebesar Rp14 juta untuk bermain judi online jenis slot. Setelah uang tersebut habis, ia menyusun cerita seolah-olah menjadi korban begal agar terhindar dari tanggung jawab kepada perusahaan.

Dalam laporan awal, Ari mengaku sedang menuju pelabuhan untuk mengambil es batu. Di tengah perjalanan, ia mengklaim dipepet sejumlah pelaku tak dikenal, ditendang hingga terjatuh, lalu kehilangan uang. Lokasi yang disebut dalam laporan berada di sekitar kawasan Logbon, dekat kontainer sampah atau area TPA Kota Waisai.

Laporan itu kemudian menyebar cepat melalui grup WhatsApp dan media sosial Facebook. Sejumlah unggahan bahkan menampilkan seorang pria dalam kondisi lemah dengan pakaian penuh lumpur. Narasi yang beredar menyebut pria tersebut menjadi korban begal di kawasan sepi.

“Korban jambret di lokbon, sekitaran bak sampah (TPA). Rekan-rekan semua, kalau berkendara sekiranya ada orang yang mengikuti atau mencurigakan, ,mohon untuk menghindar mencari tempat yang aman, dengan cara mencari tempat yang terang atau lihat orang kerumunan atau cari kios untuk berhenti sejenak,” tulis salah satu unggahan netizen.

Informasi itu sempat memicu keresahan publik. Warga Waisai menjadi khawatir beraktivitas pada malam hari, terutama di kawasan yang minim penerangan.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak melakukan penyelidikan. Tim opsnal Satreskrim Polres Raja Ampat bekerja sepanjang malam untuk mencari pelaku sebagaimana keterangan awal pelapor.

Namun, hasil pendalaman menemukan sejumlah kejanggalan. Setelah diperiksa lebih lanjut, Ari akhirnya mengakui bahwa laporan tersebut tidak benar.

“Anggota kami bekerja semalaman untuk mengejar pelaku, namun ternyata semua itu hanya rekayasa,” ujar Arantaun.

Dalam klarifikasi resminya, Ari mengakui bahwa peristiwa penjambretan itu tidak pernah terjadi. Ia menyebut cerita tersebut dibuat karena dirinya telah menggunakan uang perusahaan untuk bermain judi online.

“Peristiwa tersebut tidak pernah terjadi. Semua itu murni rekayasa yang saya buat sendiri karena saya telah memakai uang perusahaan sejumlah Rp14 juta untuk bermain judi online,” ujar Ari dalam klarifikasinya.

Ari juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Raja Ampat atas keresahan yang timbul akibat cerita palsu tersebut.

“Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Raja Ampat dan sekitarnya atas rekayasa yang sudah saya buat sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat,” lanjutnya.

Polres Raja Ampat memastikan proses pemeriksaan terhadap Ari tetap berjalan. Polisi mendalami dugaan laporan palsu dan berkoordinasi dengan perusahaan tempat Ari bekerja terkait dugaan penggelapan uang perusahaan.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa laporan palsu tidak hanya mengganggu kerja aparat, tetapi juga menciptakan kepanikan sosial. Polisi meminta masyarakat tetap tenang, memverifikasi informasi, dan tidak langsung menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut