Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Pasar Paniai Tewaskan 11 Orang, Enam Korban Masih Anak-anak
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Imbas Badai Teluk Benggala, BMKG: Papua Tengah - Papua Pegunungan Siaga Hujan Sangat Lebat

Senin, 18 Mei 2026 | 07:23 WIB
  • author Binti Mufarida
Bukan Imbas Badai Teluk Benggala, BMKG: Papua Tengah - Papua Pegunungan Siaga Hujan Sangat Lebat
BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di Tanah Papua, khususnya wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Foto: Dok

JAKARTA, iNewsSorongraya.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di Tanah Papua, khususnya wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Kedua wilayah ini diminta meningkatkan kewaspadaan penuh karena berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat dalam sepekan ke depan.

Peringatan ini disampaikan BMKG untuk meluruskan keresahan terkait isu Badai Monsun di Teluk Benggala yang beredar sejak 15 Mei 2026 setelah dirilis oleh negara tetangga seperti Thailand, India, Myanmar, dan Malaysia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menegaskan bahwa badai di Teluk Benggala tersebut posisinya sangat jauh dari Indonesia dan tidak membawa dampak signifikan ke wilayah domestik. Namun, warga Papua justru harus mengantisipasi fenomena atmosfer lokal yang nyata-nyata sedang aktif di atas langit Papua.

Gelombang Kelvin landa Papua, picu pertumbuhan awan konvektif berdasarkan hasil analisis atmosfer terkini, cuaca ekstrem di Papua dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer dalam negeri. Selain aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan pembentukan awan hujan secara umum, wilayah Papua saat ini juga sedang dilewati oleh Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur.

"Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur teridentifikasi di wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif di kawasan tersebut," ujar Andri, Senin (18/5/2026). Fenomena inilah yang memicu peningkatan suplai uap air secara drastis di bumi Cenderawasih.

Meskipun kondisi cuaca nasional secara umum diprediksi hanya didominasi hujan ringan hingga sedang, wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan secara khusus masuk dalam daftar zona merah yang rawan cuaca ekstrem.

BMKG mengimbau masyarakat Papua agar tidak panik dengan isu badai internasional, tetapi tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi lokal seperti banjir bandang dan tanah longsor. Pastikan selalu memantau perkembangan cuaca resmi melalui aplikasi InfoBMKG atau media sosial @infoBMKG.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut