Dua Personel Kopasgat Diserang Sekelompok OTK di Bandara Enarotali, Satu Pucuk Senpi Dirampas
PANIAI, iNewsSorongRaya.id – Satu pucuk senjata api milik personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara dilaporkan dirampas oleh sekelompok orang tak dikenal di area Bandar Udara Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (11/5/2026). Insiden itu terjadi saat aparat tengah menjalankan tugas rutin pengamanan landasan pacu dan memunculkan sorotan serius terhadap situasi keamanan di wilayah pedalaman Papua.
Dari informasi yang diterima Redaksi iNews, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.50 WIT. Saat itu, dua personel Kopasgat yang bertugas di Pos Enarotali sedang melakukan pengamanan runway ketika pesawat milik maskapai Airfast bersiap melakukan proses lepas landas.
Situasi awal disebut berlangsung normal dan kondusif. Namun, sesaat setelah pesawat mengudara, sekelompok orang tiba-tiba muncul dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap personel yang berjaga di lokasi.
Dalam insiden tersebut, para pelaku disebut berhasil merampas satu pucuk senjata api laras panjang jenis SS1 V1 milik salah satu anggota Kopasgat.
Kasus ini langsung memicu perhatian karena terjadi di kawasan vital transportasi udara yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Papua Tengah. Selain menyangkut aspek keamanan personel TNI, perampasan senjata api juga dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Hingga Senin sore, aparat gabungan masih melakukan penelusuran terkait kronologi lengkap kejadian, termasuk identitas kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan pihaknya masih melakukan klarifikasi dan koordinasi dengan satuan di lapangan untuk memastikan detail peristiwa tersebut.
“Untuk informasi tersebut, saat ini masih kami klarifikasi dan croscek dengan satuan yang ada di kewilayahan termasuk berkomunikasi dengan pihak kogab 3 (Kogabwilhan III)," ungkap Tri melalui pesan singkat Whatsapp, Senin sore tadi.
Insiden ini juga memperlihatkan tantangan pengamanan objek vital di Papua, khususnya kawasan bandara yang selama ini menjadi titik strategis aktivitas penerbangan sipil maupun distribusi kebutuhan masyarakat di daerah pegunungan.
Bandar Udara Enarotali diketahui memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah Paniai dan sekitarnya yang masih bergantung pada transportasi udara. Gangguan keamanan di area bandara dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas pelayanan penerbangan dan aktivitas masyarakat.
Sejumlah sumber menyebutkan aparat keamanan kini meningkatkan kewaspadaan pasca kejadian tersebut. Langkah pengejaran terhadap pelaku serta upaya pengamanan senjata api yang dirampas menjadi prioritas utama aparat di lapangan.
Di sisi lain, insiden perampasan senjata milik aparat juga dinilai menjadi indikator masih rentannya situasi keamanan di sejumlah wilayah pedalaman Provinsi Papua Tengah. Pemerintah dan aparat keamanan didorong memperkuat pengamanan kawasan strategis untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pelaku maupun kondisi personel Kopasgat yang menjadi korban pengeroyokan. Aparat masih melakukan pendalaman dan pengumpulan informasi di lokasi kejadian.
Editor : Chanry Suripatty