get app
inews
Aa Text
Read Next : HIV Serang Remaja hingga Anak di Kota Sorong, KPA Sebut Situasi Kian Mengkhawatirkan

86 Kasus Baru HIV Muncul dalam 4 Bulan Pertama Tahun 2026, Kota Sorong Hadapi Darurat Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:02 WIB
header img
Data lengkap KPA kasus HIV di Kota Sorong. (INSERT FOTO: Sekretaris KPA Kota Sorong, Jeny Isir). Data KPA Kota Sorong merilisi total kasus HIV hingga April 2026 kini mencapai 4.431 kasus.

 

 

KOTA SORONG, iNewssorongraya.id – Kota Sorong menghadapi ancaman serius di sektor kesehatan setelah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mencatat 86 kasus baru HIV hanya dalam periode Januari hingga April 2026.

Lonjakan kasus tersebut memperlihatkan laju penyebaran HIV di Kota Sorong belum mampu dikendalikan secara maksimal. Bahkan, mayoritas kasus baru ditemukan pada populasi umum.

Sekretaris KPA Kota Sorong, Jeny Isir, mengatakan total kasus HIV hingga April 2026 kini mencapai 4.431 kasus.

“Jadi total keseluruhan kasus HIV di Kota Sorong sampai April 2026 sebanyak 4.431 kasus,” ujar Jeny di Kantor Dinas Kesehatan Kota Sorong, Rabu (13/5/2026).

Dari 86 kasus baru yang ditemukan sepanjang awal 2026, sebanyak 49 kasus berasal dari populasi umum. Selain itu ditemukan enam kasus pada laki-laki seks dengan laki-laki (LSL), satu kasus pada waria, enam kasus pada wanita pekerja seks (WPS), 14 kasus pada pasien tuberkulosis (TBC), 12 kasus pada ibu hamil, serta empat kasus pada pasangan orang dengan HIV positif.

Data tersebut memperlihatkan penyebaran HIV di Kota Sorong semakin luas dan tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu.

KPA juga mencatat kelompok usia produktif menjadi penyumbang terbesar kasus HIV. Usia 20-29 tahun mendominasi jumlah penderita, diikuti kelompok usia 30-39 tahun dan 40-49 tahun.

Bahkan, sebanyak 314 kasus ditemukan pada kelompok usia 15-19 tahun. Kasus juga ditemukan pada anak usia 1-4 tahun.

“Kasus HIV masih didominasi usia produktif sehingga perlu perhatian serius dari semua pihak,” kata Jeny.

Lonjakan kasus pada usia produktif dinilai dapat berdampak langsung terhadap produktivitas ekonomi dan kualitas kesehatan masyarakat Kota Sorong dalam jangka panjang.

KPA mencatat jumlah penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia mencapai 486 orang.

Sementara itu, berdasarkan tingkat pendidikan, penderita HIV paling banyak berasal dari lulusan SMA sebanyak 1.930 kasus. Lulusan SMP tercatat 952 kasus, SD sebanyak 747 kasus, perguruan tinggi 487 kasus, dan tidak sekolah sebanyak 249 kasus.

Data tersebut menunjukkan penyebaran HIV telah merata di berbagai lapisan sosial masyarakat.

Jeny mengatakan KPA Kota Sorong terus melakukan edukasi masyarakat, penguatan deteksi dini, serta peningkatan kepatuhan pengobatan ARV.

“Ia mengatakan hingga saat ini sebanyak 831 orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Kota Sorong masih aktif menjalani pengobatan antiretroviral (ARV),” ujarnya.

Namun, tingginya angka penularan memperlihatkan pendekatan penanganan HIV belum berjalan efektif. Minimnya edukasi seksual, rendahnya kesadaran tes kesehatan, serta stigma terhadap penderita masih menjadi hambatan utama.

Pemerintah daerah kini didesak memperkuat intervensi kesehatan berbasis sekolah, komunitas, dan keluarga guna menekan lonjakan kasus yang terus meningkat.

 

 

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut