Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Rugikan Warga Rp10 Miliar, Kios hingga Mobil Dibakar
JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Kericuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Papua, pada 8 Mei 2026 meninggalkan kerugian material dalam jumlah besar. Polda Papua memperkirakan total kerugian akibat aksi anarkis tersebut mencapai Rp10 miliar.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, mengatakan angka tersebut berasal dari kerusakan bangunan warga, kendaraan yang dibakar, hingga aksi penjarahan di sejumlah titik sekitar stadion.
“Jika ditaksir secara kasar, untuk kendaraan roda empat saja dengan rata-rata harga Rp100 juta per unit, kerugian sudah mencapai Rp2 miliar lebih. Namun karena banyak kendaraan yang harganya jauh di atas itu, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar,” ujar Gultom, Selasa (12/5/2026).
Data kepolisian mencatat sedikitnya 16 unit bangunan hangus terbakar. Bangunan yang rusak terdiri dari kios, warung, hingga fasilitas usaha kecil milik warga yang berada di sekitar area stadion.
Selain itu, sebanyak 21 unit kendaraan roda empat turut dibakar massa. Sejumlah kendaraan tersebut diketahui milik warga sipil maupun kendaraan operasional yang berada di lokasi saat kericuhan berlangsung.
Tidak hanya pembakaran, massa juga melakukan penjarahan terhadap toko dan gerai ritel. Polisi mengungkap salah satu toko ritel modern yang menjadi sasaran ialah gerai Indomaret di dekat Stadion Lukas Enembe.
Warga sekitar mengaku mengalami kerugian besar akibat aksi brutal tersebut. Banyak pelaku usaha kecil kehilangan sumber penghasilan karena tempat usaha mereka rusak dan habis terbakar.
Polisi menyebut kerusuhan tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi, tetapi juga menimbulkan trauma sosial di tengah masyarakat. Aktivitas warga di sekitar Sentani sempat terganggu pascakejadian karena kekhawatiran akan potensi kerusuhan susulan.
Dalam penyidikan sementara, polisi mengelompokkan aksi anarkis tersebut ke dalam enam klaster pidana, mulai dari pembakaran hingga penganiayaan terhadap aparat keamanan.
Polda Papua memastikan seluruh pelaku yang menyebabkan kerusakan dan kerugian masyarakat akan diproses hukum secara tegas.
“Kasus ini menjadi perhatian serius karena dampaknya sangat luas terhadap keamanan dan kehidupan masyarakat,” kata Gultom.
Kericuhan Stadion Lukas Enembe kini menjadi catatan kelam baru dalam dinamika keamanan Papua. Besarnya kerugian material dan dampak sosial yang ditimbulkan membuat aparat didorong bekerja cepat mengungkap seluruh pelaku serta aktor di balik kerusuhan tersebut.
Editor : Chanry Suripatty