Polda Papua Barat Bentuk Posko Pencarian Tahap Ketiga Iptu Tomi Marbun

Manokwari, iNewssoronraya.id – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat membentuk pos komando (posko) untuk mengoptimalkan operasi pencarian tahap ketiga terhadap mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Teluk Bintuni, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tomi Samuel Marbun, yang hilang saat menjalankan tugas pada Desember 2024.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Komisaris Besar Polisi Ongky Isgunawan, di Manokwari, Selasa (25/3/2025), menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi guna mempersiapkan strategi pencarian yang lebih efektif. Rapat tersebut melibatkan unsur Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari dan Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas).
“Struktur posko masih dalam tahap penyusunan. Dalam rapat ini, setiap institusi memaparkan kesiapan masing-masing untuk operasi pencarian tahap ketiga,” ujar Ongky.
Ia menegaskan bahwa pergantian jabatan Kapolres Teluk Bintuni dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Choiruddin Wachid kepada AKBP Hari Sutanto tidak akan menghambat proses pencarian. Bahkan, AKBP Choiruddin yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Papua Barat Daya tetap mendukung penuh operasi pencarian ini.
“Rotasi ini tidak akan berdampak pada pencarian Iptu Tomi karena AKBP Choiruddin juga tetap berada di wilayah Papua Barat Daya,” tambahnya.
Ongky menjelaskan bahwa optimalisasi pencarian ini juga didasarkan pada saran Tim Mabes Polri yang telah menggali informasi langsung di Teluk Bintuni. Tim tersebut terdiri atas Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Polisi (Purn) Arief Wicaksono Sudiotomo, serta Divisi Propam Polri.
“Tim Mabes Polri tiba di Manokwari pada Jumat (21/3) dan langsung menuju Teluk Bintuni. Namun, rencana ke lokasi kejadian pada Sabtu (22/3) terhambat akibat banjir,” jelas Ongky.
Meskipun demikian, sejumlah informasi krusial telah diperoleh dari personel Polres Teluk Bintuni yang turut serta dalam operasi pada 18 Desember 2024. Operasi tersebut bertujuan menangkap pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Marthen Aikingking, namun Iptu Tomi Marbun hilang setelah terseret arus saat menyeberangi Sungai Rawara.
“Informasi yang dikumpulkan tim akan dipresentasikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irwasum Polri, dan Kadiv Propam Polri,” ujarnya.
Lebih lanjut, informasi yang dihimpun dari Teluk Bintuni akan menjadi dasar bagi Mabes Polri dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI. Dari rapat tersebut, Mabes Polri memutuskan membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mengusut hilangnya Iptu Tomi Marbun.
“Anggota TPF ini terdiri dari berbagai pihak, tidak hanya Polri, tetapi juga DPR, Kompolnas, Komnas HAM, dan lembaga lainnya,” tambah Ongky.
Sementara itu, Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy, menyarankan agar Kapolri membebastugaskan sementara AKBP Choiruddin Wachid guna menghindari potensi intervensi dalam penyelidikan. JDP juga mendesak Mabes Polri untuk memeriksa AKBP Choiruddin karena menjabat sebagai penanggung jawab operasi gabungan saat hilangnya Iptu Tomi.
“Salah satu klien kami, warga sipil yang turut serta dalam operasi tersebut, mengaku sempat mendengar dua kali bunyi tembakan di sekitar Sungai Rawara saat berusaha menolong Iptu Tomi Marbun,” ungkap Warinussy.
Ia menekankan pentingnya penyelidikan lebih lanjut terkait asal tembakan tersebut dan kepentingannya dalam kejadian itu. “Klien kami tidak berani kembali setelah mendengar suara tembakan karena khawatir akan keselamatannya,” tutup Warinussy.
[Source Berita : Antara]
Editor : Hanny Wijaya