SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Suasana Kota Sorong yang sempat memanas pada Jumat (29/8/2025) sore akhirnya mereda setelah aksi humanis Polisi Wanita (Polwan) Polresta Sorong Kota berhasil menenangkan ratusan mama mama Papua yang berdemo di Mapolresta Sorong Kota, Papua Barat Daya.
Massa pendemo yang didominasi mama-mama Papua melakukan long march menuntut pembebasan beberapa anggota keluarga Abraham Goram, tersangka kasus dugaan makar yang sebelumnya ditangkap polisi. Kedatangan mereka sempat dihadang barikade pasukan anti huru hara Brimob Polri.
Aksi Humanis Polwan Polresta Sorong Kota Redam Ketegangan Pendemo Mama-Mama Papua.
“Kami pertanyakan apa alasan Kepolisian menangkap beberapa keluarga dari Bapak Abraham Goram, mereka ada salah apa sampai ditangkap, segera bebaskan mereka,” teriak salah seorang mama-mama Papua di hadapan aparat.
Perwakilan massa juga mendesak agar empat orang yang dibawa polisi pada pukul 15.00 WIT segera dilepaskan. “Kamu sudah bawa Bapak mereka ke Makassar untuk disidangkan di Makassar, apa lagi yang kalian mau,” ungkap salah seorang mama-mama Papua.
Selain itu, massa juga menuntut pembebasan belasan pemuda dan remaja yang ditahan karena diduga terlibat aksi anarkis pada Rabu (27/8/2025) dan Kamis (28/8/2025) dalam demo menolak pemindahan empat tersangka makar ke Makassar.
Aksi Humanis Polwan
Di tengah suasana tegang, aparat menurunkan Polwan Polresta Sorong Kota yang dipimpin Kapolsek Sorong Kepulauan AKP Sandy Wanggai bersama Kasat Lantas AKP Priskila Sangkek. Polwan bergantian memberikan imbauan dengan pendekatan humanis meski sempat mendapat protes dari massa.
“Kami menerima kedatangan mama-mama. Mari kita semua sama-sama saling menjaga, jangan menyampaikan aspirasi dengan anarkis atau kekerasan. Silakan mama-mama sampaikan orasinya dengan tertib,” ujar Kanit PPA, IPTU Eka Tri Lestari Abusama dihadapan para mama-mama Papua.
Aksi Humanis Polwan Polresta Sorong Kota Redam Ketegangan Pendemo Mama-Mama Papua.
Kapolsek Sorong Kepulauan, AKP Sandy Wanggai, juga mengimbau massa agar tidak terprovokasi.
“Mama-mama yang datang dengan saya orang Papua sama-sama. Jadi minta tolong, mama-mama yang datang, kami Polwan-polwan yang hadapi, jangan sampai ada campur tangan yang lain (provokator),” tegasnya.
Ia menambahkan, “Kami persilahkan mama-mama menyampaikan aspirasi dengan baik-baik. Kami berikan waktu dan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi.”
Negosiasi Berbuah Kondusif
Aksi humanis Polwan yang dipadukan dengan negosiasi aparat bersama perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya, DPR Otsus, serta jaminan Kapolresta Sorong Kota untuk memulangkan beberapa orang yang ditahan, akhirnya meredakan ketegangan. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Hingga Jumat malam, situasi Kamtibmas di Kota Sorong kembali kondusif. Aparat gabungan TNI–Polri tetap melakukan penjagaan ketat di depan Mapolresta Sorong Kota serta patroli berskala besar di sejumlah titik rawan. Dialog dengan tokoh agama dan masyarakat juga terus dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait