Ini Tiga Proyek Yang Jadi Fokus Utama Bupati Sorsel Sebelum Akhiri Masa Jabatan

MELINDA WAA
Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli, SE saat wawancara bersama wartawan di Kota Sorong belum lama ini. (FOTO : iNewsSorong.id - MEWA)

 

 

SORONG, iNewsSorong.id – Masa jabatan Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli, SE, sebentar lagi berakhir.  Dalam era kepemimpinannya, Bupati Sorong Selatan dua periode ini terus melakukan sejumlah gebrakan dalam pembangunan untuk memajukan daerah itu.

Di akhir masa kepemimpinannya, Samsudin saat ini fokus menyelesaikan tiga program unggulan antara lain Infrastruktur, Sekolah Sepanjang Hari (SSH) dan Sarana Prasarana Air Bersih.

"Di tahun 2024 ada tiga program unggulan yang sudah hampir terselesaikan dan sebelum mengakhiri masa jabatan dipastikan sudah tuntas," ungkap Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli kepada wartawan belum lama ini.

Lebih lanjut Samsudin menjelaskan program prioritas yang dilakukan dalam bidang Pendidikan adalah pemerintah akan menyiapkan makan gratis bagi para pelajar SD YPK 1 Teminabuan.

“ Sedang kami siapkan. Sementara dalam proses pembahasan bagaimana caranya mereka bisa makan gratis setiap hari meskipun dana sekolahnya kecil,”jelas Samsudin.

Selain itu menurut Samsudin, Pemerintah berencana akan menyiapkan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang rencananya akan dibuka pada 15 kecamatan di wilayah itu. Hal tersebut menurut Samsudin sangat bersifat urgen, agar para pelajar SD ini, ketika selesai dan masuk ke SMP bahkan SMA sudah memiliki kemampuan.

"Saya berkata demikian karena kebanyakan sekolah-sekolah di kabupaten dari SD hingga SMA belum bisa membaca dengan baik, nah itulah yang menjadi perhatian kami pemerintah sampai dihadirkannya SSH," beber Samsudin.

Selain dalam bidang Pendidikan, Samsudin mengungkapkan program yang saat ini tengah menjadi focus pemerintah yakni, pihak pemerintah daerah telah menyiapkan pelayanan dasar kesehatan melalui pembangunan Puskesmas Pembantu di setiap kampung agar mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan yang memadai. Dan juga program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya.

"Jadi kita sehat dulu baru anak-anak bisa bersekolah dengan baik dan program tersebut terus berjalan kemudian ada infrastruktur jalan dan jembatan, dimana tahun ini harus selesaikan jalan hotmix sampai jalan lingkar dalam kota.

Pihak Pemerintah juga menurut Samsudin saat ini tengah focus menuntaskan program air bersih. Pasalnya walau dijuluki Kabupaten 1001 sungai, namun masyarakat setempat masih belum mendapatkan penyediaan air bersih yang layak.

“ Pasalnya Kabupaten Sorong Selatan yang dijuluki sebagai Kabupaten 1001 sungai ini, namun masyarakat masih menggunakan air sungai serta mesin bor. Apalagi air yang digunakan tersebut air yang tidak layak. Hal ini yang menjadi konsen pemerintah sebelum akhir masa jabatan kami,”tegasnya.

Untuk hal tersebut, sambung Samsudin, ditahun 2024, pihak pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10-15 Miliar untuk penyedian jaringan air bersih dalam jantung kota, yakni di Teminabuan, agar masyarakat bisa mendapatkan air bersih.

"Ketika sudah terselesaikan maka dengan demikian air bersih tahun ini saya anggap mengurangi program prioritas dan itu sesuatu yang Alhamdulillah sekali," terangnya.

Terkait air bersih menurut Samsudin, sementara masyarakat masih memakai instalasi milik Belanda. Namun pihaknya telah memanggil pihak PDAM, agar mempersiapkan jaringan dalam kota supaya disalurkan kepada masyarakat karena pihaknya ingin ada perubahan dalam program air bersih tersebut.

“ Meski harus menelan dana yang cukup besar Pemda tetap berusaha terutama membuat jaringan dalam kota kemudian disalurkan ke rumah pejabat dan masyarakat yang ada di pinggiran-pinggiran,”pungkasnya.

Sementara itu menurut Samsudin Dalam perjalanan pemerintahaannya, sejak periode pertama hingga periode kedua, menurut Samsudin, sejumlah program pembangunan sudah dikerjakan, namun ada beberapa program yang terpaksa ditunda dikarenakan pada tahun 2024 ini ada perhelatan Pilkada yang harus dianggarkan, sehingga program-program prioritas lain terpaksa digeser karena dana diserahkan pada pihak penyelenggara.

"Untuk jarak dalam kota teminabuan mulai dari Pelabuhan-DPR sekitar 14 kilo meter namun, sebagian besar sudah selesai dengan aspal hotmix tinggal 3 kilo yang akan diselesaikan," tandasnya.

Paparnya, dari teminabuan sampai distrik konda tempat SSH, saat ini Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp. 15 Miliar untuk pengaspalan lalu jalan Sorsel-Maybrat akan menjadi tanggung jawab Provinsi Papua Barat Daya.

Editor : Chanry Suripatty

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network