Tren Negatif Persipura Jadi Alarm, Regi Aditya Siapkan Misi Kebangkitan Mutiara Hitam
SIDOARJO, iNewsSorongraya.id – Persipura Jayapura kembali kehilangan kesempatan mengamankan tiga poin setelah ditahan Persis Solo 1-1 pada pekan ketiga Liga Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026) malam. Hasil ini memperpanjang tren tanpa kemenangan Mutiara Hitam menjadi tiga pertandingan sekaligus menempatkan efektivitas serangan sebagai pekerjaan rumah mendesak bagi pelatih Regi Aditya Yonathan.
Persipura sebenarnya datang dengan target mengamankan kemenangan di kandang musimannya. Namun, satu gol Alexsandro dos Santos Ferreira pada menit ke-61 belum cukup mengantarkan tim asal Papua itu meraih poin penuh.
Persis Solo lebih dahulu membuka keunggulan sebelum Persipura menyamakan kedudukan melalui Alexsandro yang memanfaatkan assist Ramai Melvin Rumakiek. Meski kedua tim berusaha menambah gol hingga waktu pertandingan berakhir, skor 1-1 tidak berubah.
Hasil tersebut memperpanjang penantian Persipura untuk kembali merasakan kemenangan. Tiga pertandingan terakhir tanpa hasil maksimal menjadi catatan yang harus segera dibenahi, terutama ketika kompetisi masih menyisakan persaingan panjang.
Pelatih Persipura, Regi Aditya Yonathan, mengakui hasil imbang melawan Persis tidak sesuai dengan rencana yang telah disiapkan timnya.
“Ini pertandingan yang baik, tetapi tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan. Kami berharap sebetulnya malam hari ini kami bisa mengamankan tiga poin di rumah kami. Tapi ya ini sepak bola, kadang rencana itu tidak bisa berjalan sesuai dengan apa yang sudah kita persiapkan,” kata Regi dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Bagi Regi, kegagalan mengamankan kemenangan tidak boleh membuat pemain kehilangan kepercayaan diri. Ia meminta seluruh anggota tim menjaga konsistensi, memperbaiki kekurangan, dan memusatkan perhatian pada pertandingan berikutnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita sebagai satu tim bisa terus positif, mempersiapkan diri, dan memperbaiki diri untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Meski demikian, persoalan Persipura tidak berhenti pada hasil akhir. Ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol tambahan menjadi aspek penting yang harus dievaluasi agar dominasi permainan dan peluang yang tercipta dapat menghasilkan kemenangan.
Regi tidak menampik bahwa rangkaian hasil tanpa kemenangan turut memengaruhi kondisi psikologis pemain. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Persipura untuk menjaga fokus di tengah tuntutan meraih hasil maksimal.
“Momentum itu akan datang kalau kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang. Secara psikologis tiga pertandingan tanpa kemenangan memang sedikit mengganggu,” katanya.
Ia tetap optimistis Persipura mampu memperbaiki keadaan melalui kerja keras dan persiapan yang lebih matang. Regi juga menegaskan timnya tidak boleh kehilangan keyakinan meski pertandingan berikutnya berlangsung di kandang lawan.
“Dengan pikiran positif, kerja keras, dan komitmen, saya yakin pertandingan selanjutnya akan lebih baik dan kami bisa mencuri tiga poin di kandang lawan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Persipura membutuhkan respons nyata di lapangan. Perbaikan penyelesaian akhir, konsentrasi pertahanan, dan kemampuan menjaga keunggulan menjadi faktor penting agar kegagalan meraih kemenangan tidak berlanjut.
Gelandang Persipura, Todd Rivaldo Ferre, turut menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung dan masyarakat Papua atas hasil yang belum memenuhi harapan.
Todd menilai Persipura memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol tambahan, tetapi kesempatan tersebut belum mampu dikonversi menjadi keunggulan.
“Kalau saya sih mungkin ya soal kurang beruntung saja. Malam ini kita punya peluang tetapi belum bisa mencetak gol. Saya yakin dengan teman-teman dan kita semua, tim pelatih, dan kami pemain saling percaya dan kami akan mendapatkan poin di pertandingan berikutnya,” kata Todd.
Pernyataan Todd memperlihatkan kepercayaan di dalam skuad masih terjaga. Namun, Persipura tetap membutuhkan peningkatan produktivitas serangan untuk mengubah peluang menjadi poin penuh.
Satu poin dari Persis Solo belum menjawab target Mutiara Hitam. Persipura kini harus memaksimalkan persiapan menghadapi De Red FC pada 2 Oktober 2026 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Regi Aditya dan anak asuhnya untuk menghentikan tren tanpa kemenangan. Persipura membutuhkan lebih dari sekadar optimisme: ketajaman di depan gawang dan konsistensi sepanjang pertandingan akan menentukan apakah Mutiara Hitam mampu kembali menabung tiga poin dalam persaingan Pegadaian Championship musim ini.
Editor: Hanny Wijaya