get app
inews
Aa Text
Read Next : Astamaops Kapolri Cek Kesiapan Operasi Jajaran Polda Papua Barat Daya

Kapolda PBD Tegaskan Dugaan Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybrat Diusut Tuntas

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:32 WIB
header img
Kapolda PBD, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru saat memberikan penjelasan dihadapan massa aksi di Kabupaten Maybrat.

MAYBRAT, iNewsSorongraya.id  — Janji pengusutan tuntas menjadi tuntutan utama setelah dugaan penembakan terhadap tiga warga di Kampung Ainot, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, memicu desakan publik. Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie S. Latuheru memastikan perkara tersebut tetap diselidiki hingga fakta dan pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui secara hukum.

Pernyataan itu disampaikan Audie saat sekitar 250 warga menggelar aksi di Maybrat, Rabu (19/8/2026). Massa bergerak dari kawasan Kumurkek menuju Pertigaan Aisyo hingga Kantor Bupati Maybrat untuk mendesak aparat mengungkap insiden yang terjadi pada 13 Agustus 2026 tersebut.

“Kami akan mengusut tuntas. Namun, kami meminta ruang kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi guna memperoleh hasil penyelidikan. Kami berharap masyarakat Maybrat bersama-sama mendukung proses tersebut agar dapat berjalan dengan baik,” tegas Kapolda.

Audie belum menarik kesimpulan mengenai pelaku maupun motif kejadian. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, serta menyusun rangkaian peristiwa sebelum menentukan pertanggungjawaban pidana.

Sementara itu, tiga warga yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka akibat insiden tersebut masih menjalani pemulihan di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong. Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi Petronela Djitmau, mengatakan ketiganya dirujuk dari RSUD Pratama Maybrat pada 14 Agustus 2026 sekitar pukul 20.15 WIT.

Ketiga pasien berinisial SA (25), AF (47), dan SS (66) langsung memperoleh penanganan kegawatdaruratan. Tim medis melakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, menyiapkan kebutuhan darah, kemudian menjalankan operasi emergensi hingga selesai pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIT.

“Seluruh rangkaian operasi dan penanganan medis berlangsung aman hingga selesai pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIT,” ujarnya.

Memasuki hari keempat perawatan, kondisi ketiga pasien dilaporkan stabil. Mereka menjalani pemulihan di ruang non-ICU dengan pemantauan dokter spesialis, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. Salah satu pasien juga mendapat penanganan dokter spesialis THT.

Susi mengungkapkan rumah sakit telah menyerahkan hasil visum kepada penyidik Polres Maybrat pada Selasa (18/8/2026). Penyerahan tersebut disaksikan keluarga pasien, pendamping hukum, perwakilan DPR Papua Barat Daya, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya.

“Pada Selasa, 18 Agustus 2026, pihak rumah sakit juga telah menyerahkan hasil visum kepada penyidik Polres Maybrat, disaksikan keluarga pasien, pendamping hukum, perwakilan DPR Provinsi Papua Barat Daya, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi,” ungkapnya.

Pihak rumah sakit menegaskan penanganan medis tidak mencampuri proses penyelidikan. RSUD Sele Be Solu menyerahkan penentuan kronologi, motif, dan aspek hukum kepada kepolisian sebagai institusi yang berwenang.

“Kami pihak Rumah sakit menyampaikan keprihatinan dan empati kepada keluarga korban serta mendoakan agar seluruh pasien segera pulih,” tambahnya.

Seluruh biaya penanganan medis, operasi, hingga perawatan pascaoperasi ketiga pasien ditanggung Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Dugaan penembakan tersebut sebelumnya mendapat perhatian dari Anggota DPR Papua Barat Daya Willem Assem. Ia menyebut tiga korban merupakan warga sipil dan mengatakan ketiganya mengalami luka tembak.

"Tiga warga sipil korban insiden (dugaan) penembakan. Ketiganya telah dievakuasi ke RSUD Sele Be Solu," kata Anggota DPR Papua Barat Daya, Willem Assem kepada wartawan, saat mendampingi para korban, Jumat (14/8/2026).

Willem juga menyatakan ketiga korban merupakan warga biasa dan memiliki hubungan keluarga dengannya.

"Yang menjadi korban adalah keluarga dekat saya dan warga dari kampung saya sendiri. Mereka masyarakat biasa, bukan bagian dari TPN-OPM. Ketiga korban mengalami luka tembak dan kondisinya sempat kritis," bebernya.

Namun, kepolisian meminta masyarakat tidak menjadikan informasi awal sebagai kesimpulan akhir. Plt Kabag Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny S. A Hengkelare mengingatkan publik agar menunggu hasil penyelidikan resmi.

"Kami imbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Jenny dalam keterangannya.

"Mari tunggu informasi resmi dan akurat dari pihak kepolisian. Saring sebelum sharing," imbuhnya.

Di tengah tuntutan pengungkapan perkara, aksi warga berlangsung aman dan terkendali. Pengamanan melibatkan personel Polres Maybrat, Polsek Aifat, dan Yon B Sat Brimob Polda Papua Barat Daya. Unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda turut hadir dalam pengawalan aksi.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu sebelumnya juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada aparat untuk bekerja secara profesional. Pemerintah daerah menyatakan menolak segala bentuk kekerasan sekaligus berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat.

Kini, tekanan publik berhadapan dengan satu kebutuhan utama: pembuktian. Kondisi tiga korban telah stabil, sementara hasil visum sudah diserahkan kepada penyidik. Tinggal bagaimana kepolisian menerjemahkan bukti, keterangan saksi, dan fakta lapangan menjadi kesimpulan hukum yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Janji Kapolda untuk mengusut tuntas karena itu bukan sekadar pernyataan di tengah aksi massa. Komitmen tersebut akan diuji oleh hasil penyelidikan—siapa pelaku, bagaimana rangkaian kejadian berlangsung, dan apa motif di balik insiden yang kini menjadi perhatian publik Maybrat.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut