get app
inews
Aa Text
Read Next : Video :Euforia Piala Dunia di Kota Sorong Menggelar Ribuan Fans Turun Ke Jalan, Konvoi Keliling Kota

Konvoi Ribuan Fans Timnas Piala Dunia 2026 di Sorong Meriah

Senin, 08 Juni 2026 | 13:09 WIB
header img
Fans fanatik Timnas Belanda, Rodney Sasabone atau Oi menjadi salah satu figur yang paling menyita perhatian. (Foto: Chanry).

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id  — Euforia menyambut Piala Dunia FIFA 2026 pecah di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (7/6/2026). Ribuan warga dari berbagai komunitas pendukung tim nasional turun ke jalan dalam konvoi lintas fans yang disebut-sebut layak masuk rekor Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI karena diprediksi melibatkan sekitar 300 ribu peserta.

Konvoi tersebut menjadi panggung besar bagi para pendukung negara peserta Piala Dunia. Warga mengenakan jersey, membawa bendera, menghias kendaraan, hingga menampilkan atribut khas negara favorit mereka. Dari banyak kelompok pendukung yang hadir, fans Timnas Belanda menjadi sorotan karena tampil dominan dengan atribut serba oranye dan mendapat sambutan hangat warga di sejumlah titik jalan utama Kota Sorong.

Kegiatan itu dilepas langsung oleh Wali Kota Sorong Septinus Lobat dan Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim dari depan Stadion Bawela, kawasan Pantai Reklamasi Kota Sorong. Rombongan kemudian bergerak menuju Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, dengan iring-iringan sepeda motor, mobil, hingga truk yang dilengkapi sound system.

Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap antusiasme masyarakat Sorong Raya dalam menyambut pesta sepak bola dunia. Namun, ia menegaskan bahwa euforia tetap harus dijaga agar tidak berubah menjadi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Saya imbau kepada seluruh tim dan rekan-rekan ketua komunitas pendukung: pastikan tidak ada perilaku ugal-ugalan saat berkendara, demi menjaga keselamatan kita semua,” ujar Septinus Lobat.


Konvoi akbar Piala Dunia 2026 di Kota Sorong. (Foto: Chanry).

Septinus juga meminta seluruh peserta konvoi hanya menggunakan atribut yang berkaitan dengan negara peserta Piala Dunia. Ia menilai pembatasan atribut penting untuk menjaga kegiatan tetap aman, tertib, dan terkendali.

“Kami minta agar hanya menggunakan atribut yang berkaitan dengan negara peserta Piala Dunia saja, tidak membawa atribut lain, agar suasana tetap aman, tertib, dan terkendali,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim juga mengajak masyarakat memaknai Piala Dunia 2026 sebagai ruang kebersamaan. Ia meminta warga memeriahkan agenda empat tahunan itu secara bijak tanpa mengganggu aktivitas harian dan produktivitas masyarakat.

Di tengah keramaian peserta, fans fanatik Timnas Belanda Rodney Sasabone atau Oi menjadi salah satu figur yang paling menyita perhatian. Ia tampil dengan atribut oranye dari kepala hingga kaki, membawa replika trofi Piala Dunia, dan menyemangati peserta lain di pinggir jalan.

Rodney mengaku optimistis Belanda dapat meraih gelar juara dunia pada Piala Dunia 2026. Ia menyebut momentum tahun ini menjadi kesempatan besar bagi De Oranje untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi Piala Dunia.

“Kita optimis, tahun ini Belanda yang akan juara, ekonom Jerman sudah prediksi, Belanda pasti juara,” ungkap Oi, sapaan akrab Rodney Sasabone.

Dengan membawa replika trofi, Rodney kembali meneriakkan dukungannya kepada Timnas Belanda. Menurutnya, Belanda menjadi pilihan mutlak dalam Piala Dunia kali ini.

“Belanda (pasti) juara, juara. Belanda harga mati, yang (tim) lain setengah mati,” tegas Oi sambil mengangkat trofi replika Piala Dunia.

Selain fans Belanda, pendukung Timnas Jerman juga ikut memeriahkan konvoi. Salah satu pendukung Jerman, Israel, menyatakan optimisme bahwa tim kebanggaannya mampu menjadi juara dunia.

“Kami, tentu optimis lah, Jerman kali ini pasti akan juara Piala Dunia,” tegas Israel, disambut sorak-sorai fans Jerman.

Sepanjang rute konvoi, warga tampak menunggu sejak siang untuk menyaksikan iring-iringan peserta. Sambutan paling meriah terlihat saat rombongan fans Belanda melintasi Jalan Jenderal Sudirman, khususnya kawasan pertokoan Yohan, yang disebut warga memiliki jejak historis peninggalan Belanda.

Konvoi akbar ini disebut menjadi yang terbesar dan pertama di wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya. Dengan estimasi kehadiran mencapai 300 ribu peserta, kegiatan tersebut digadang-gadang layak masuk rekor MURI sebagai konvoi lintas fans Piala Dunia terbesar yang pernah digelar di Tanah Papua.

Meski melibatkan massa dalam jumlah besar, konvoi berlangsung meriah, aman, dan tertib. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang perjumpaan sosial yang mampu menyatukan warga lintas komunitas, usia, dan pilihan tim nasional di Papua Barat Daya.

Euforia Piala Dunia 2026 di Kota Sorong akhirnya memberi pesan kuat: fanatisme sepak bola dapat menjadi energi pemersatu, selama dijaga dalam koridor tertib, aman, dan menghormati kepentingan publik.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut