Danrem 181/PVT Dorong Anak Muda Lawan Narkoba dan Judi Online Lewat Olahraga
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Korem 181/PVT menggelar Pravita Run dalam rangka HUT ke-63 dengan pesan kuat tentang pentingnya olahraga sebagai kegiatan positif bagi generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (6/6/2026), diikuti sekitar 1.000 peserta dari unsur TNI, Polri, pelajar, dan masyarakat umum.
Komandan Korem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi mengatakan, olahraga dapat menjadi ruang produktif bagi anak-anak muda di tengah banyaknya tantangan sosial.
"Kita mengetahui bahwa tantangan lingkungan saat ini sangat banyak, seperti narkoba dan judi online. Karena itu, lebih baik generasi muda mengisi waktunya dengan kegiatan-kegiatan positif seperti olahraga agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan," tegasnya.
Dalam pernyataan lain, Danrem juga menyinggung pengaruh negatif media sosial yang tidak dimanfaatkan dengan baik.
“Tantangan lingkungan saat ini sangat banyak, seperti narkoba, media sosial yang tidak dimanfaatkan dengan baik, hingga judi online. Karena itu kami mengajak generasi muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif dan produktif, salah satunya melalui olahraga lari,” jelasnya.
Pravita Run mempertandingkan kategori 5 kilometer dan 10 kilometer. Peserta berasal dari kategori TNI-Polri, umum, dan pelajar.
Danrem menilai kegiatan olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga dapat membentuk disiplin, daya juang, dan kebiasaan positif di kalangan generasi muda.
Selain itu, Korem 181/PVT tetap menjalankan tugas pokoknya dalam pembinaan dan penggunaan kekuatan. Korem aktif melaksanakan pembinaan teritorial, komunikasi sosial, serta mendukung program strategis nasional.
Dalam aspek penggunaan kekuatan, Korem 181/PVT juga melaksanakan operasi pengamanan, termasuk di wilayah Maybrat, Tambrauw, dan Sorong Selatan.
Melalui Pravita Run, Korem 181/PVT menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi benteng sosial bagi generasi muda agar tetap sehat, produktif, berprestasi, dan terhindar dari pengaruh yang merugikan.
Editor : Hanny Wijaya