get app
inews
Aa Text
Read Next : Wakapolda PBD: Dugaan 10 Oknum Polri di Mafia BBM Bersifat Permainan Personal, Bukan Institusi 

Selly Kareth Buka Suara, Bantah Tudingan di Media Sosial, Lapor Balik PFM ke Polisi

Rabu, 01 April 2026 | 19:34 WIB
header img
Anggota MRP Papua Barat Daya, Selly Kareth saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. [FOTO : iNewssorongraya.id - CHAN]

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya, Selly Kareth, akhirnya angkat bicara terkait polemik panas di media sosial yang menyeret namanya dalam konflik terbuka dengan Senator DPD RI, Paul Finsen Mayor. Klarifikasi tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tensi publik yang berpotensi memicu konflik horizontal di kalangan Orang Asli Papua (OAP).

Dalam pernyataan resminya, Selly menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk mendiskriminasi atau menghina sesama masyarakat Papua, sebagaimana tudingan yang beredar luas di media sosial.

“Tidak ada niat sedikitpun di dalam hati saya untuk melakukan diskriminasi atau menghina sesama saya, sesama suku saya orang asli Papua,” tegas Selly dalam wawancara khusus dengan Pemred iNewssorongraya.id, Chanry Suripatty, Rabu [1/4/2026]. 

Selly mengaku telah lebih dahulu mengambil langkah damai dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial. Ia berharap polemik tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Menurutnya, sebagai bagian dari masyarakat adat Papua, penyelesaian masalah seharusnya mengedepankan pendekatan kultural dan dialog.

“Saya berharap sebagai anak-anak Papua, sebagai pejabat Papua, mari kita kedepankan cara-cara adat dengan kepala dingin,” ujarnya.

Ia juga mengakui sebagai manusia dirinya tidak luput dari kesalahan dan telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Papua.

Namun, upaya damai tersebut tidak menghentikan konflik. Selly mengungkapkan bahwa Paul Finsen Mayor tetap melaporkannya ke pihak kepolisian terkait polemik tersebut.

Merespons hal itu, Selly memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan balik dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ke Polda Papua Barat Daya.

“Hari ini saya telah melakukan laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran undang-undang ITE,” kata Selly.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk perjuangan untuk mendapatkan keadilan sebagai warga negara sekaligus sebagai perempuan Papua.

Dalam pernyataannya, Selly juga menyoroti serangan verbal yang ia terima di media sosial. Ia mengaku menjadi sasaran hinaan, makian, hingga pelecehan yang menurutnya telah merendahkan martabat perempuan Papua.

“Saya dimaki, dihina, dilecehkan di media sosial dan itu menjadi konsumsi publik yang menurunkan nilai saya sebagai perempuan Papua,” ungkapnya.

Ia menilai persoalan tersebut tidak sekadar konflik personal, melainkan menyangkut kehormatan perempuan Papua secara lebih luas.

Selly meminta aparat kepolisian, khususnya Polda Papua Barat Daya, untuk menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Ia juga menyatakan siap menerima konsekuensi hukum apabila terbukti bersalah, namun menuntut pemulihan nama baik jika tidak terbukti.

“Jika terbukti saya, saya siap menerima. Tetapi jika tidak, saya minta nama baik saya dibersihkan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Selly mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya perempuan, untuk berani bersuara dan menjaga persatuan. Ia menekankan bahwa perempuan Papua memiliki posisi penting yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai adat dan tanah Papua.

“Perempuan Papua dan tanah adalah satu kesatuan. Ketika perempuan dihina, itu sama dengan menghina tanah dan leluhur,” ujarnya.

Polemik antara Selly Kareth dan Paul Finsen Mayor kini memasuki ranah hukum, menandai eskalasi konflik dari ruang publik ke proses legal. Di tengah situasi tersebut, publik menanti langkah aparat penegak hukum dalam mengungkap fakta secara objektif sekaligus menjaga stabilitas sosial di Papua Barat Daya.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut