Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong, Tegaskan Kerja Nyata
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Pemerintah Kota Sorong menandai satu tahun kepemimpinan dengan pesan tegas: janji politik bukan sekadar retorika. Dalam momentum Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong yang digelar di Gedung Lambert Jitmau, Senin (23/2/2026), Wali Kota Septinus Lobat menegaskan bahwa program prioritas mulai berjalan dan menunjukkan hasil nyata.
Didampingi Wakil Wali Kota Ansar Karim, Lobat menyampaikan refleksi atas capaian selama 12 bulan pemerintahan. Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI-Polri.
Mengusung tema “Bersama Membangun Kota Sorong yang Maju, Bersih, Hijau, Aman dan Sejahtera”, kegiatan itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penegasan arah kebijakan empat tahun ke depan.
Dalam pidatonya, Lobat menyampaikan rasa syukur atas perjalanan satu tahun masa jabatan. Ia menilai, perubahan wajah kota mulai terlihat, terutama dalam sembilan bulan terakhir.
“Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, kami bersyukur atas bimbingan dan penyertaan-Nya sehingga kami dimampukan menjalankan amanah rakyat,” ujar Lobat.
Ia menekankan bahwa program prioritas yang disampaikan saat kampanye telah direalisasikan secara bertahap.
“Puji Tuhan, apa yang kami janjikan kepada masyarakat sudah berjalan. Semua ini tentu tidak terlepas dari dukungan masyarakat selama satu tahun ini,” katanya.
Beberapa capaian yang disoroti antara lain peningkatan kebersihan lingkungan, pengendalian banjir melalui pembangunan kanal di sejumlah titik rawan, serta pelaksanaan sekolah gratis di sekolah negeri.
“Kita tidak hanya bicara, tapi melakukan. Sekolah gratis sudah jalan, pengendalian banjir kita lakukan, walaupun masih ada kekurangan yang harus kita perbaiki,” tegasnya.
Namun, ia mengakui program sekolah gratis belum menjangkau sekolah swasta karena keterbatasan anggaran. “Kami mengakui bahwa keterbatasan dana membuat program sekolah gratis belum dapat menjangkau sekolah swasta,” ujarnya.
Di sisi lain, Lobat menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Ia menyebut penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci untuk mendongkrak APBD, terutama dalam mendukung sektor kesehatan.
Menurutnya, peningkatan insentif tenaga medis serta pengadaan infrastruktur kesehatan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.
“Insentif dokter juga perlu ada tambahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” imbuhnya.
Pemerintah daerah juga meminta dukungan pemerintah pusat dan provinsi untuk memperkuat pembiayaan sejumlah program strategis.
Dalam forum tersebut, Lobat memaparkan dukungan terhadap sejumlah program nasional, di antaranya Makan Bergizi Gratis yang telah disiapkan pelaksanaannya di berbagai distrik dan kelurahan, serta pembentukan Koperasi Merah Putih di 41 kelurahan.
Pemerintah Kota Sorong juga menyiapkan lahan seluas enam hektar di Bambu Kuning untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan tersebut merupakan tanah adat keluarga Melasemi yang telah bersertifikat dan sedang dalam proses pengalihan menjadi aset pemerintah daerah.
Sekolah Rakyat itu dirancang mencakup jenjang TK hingga SMK dalam satu kawasan terpadu, lengkap dengan rumah ibadah. Seluruh biaya pendidikan, termasuk perlengkapan siswa, akan ditanggung pemerintah pusat.
“Kami berharap, dengan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak, visi Kota Sorong yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera dapat terwujud dalam empat tahun ke depan,” pungkasnya.
Syukuran tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan konsolidasi politik dan administratif. Pemerintah Kota Sorong menempatkan satu tahun kepemimpinan sebagai titik ukur konsistensi janji politik sekaligus fondasi percepatan pembangunan.
Di tengah tantangan anggaran dan ekspektasi publik yang tinggi, pasangan Septinus–Ansar menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas keamanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memastikan pelayanan publik lebih responsif.
Satu tahun pertama telah dilalui. Empat tahun ke depan menjadi ujian konsistensi, efektivitas kebijakan, dan kemampuan pemerintah daerah menjawab kebutuhan masyarakat Kota Sorong secara konkret dan berkelanjutan.
Editor : Chanry Suripatty