get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Papua Barat Daya Gelar Operasi Ketupat Dofior 2026, 735 Personel Gabungan Disiagakan

Rapim Polda Papua Barat Daya: Kapolda Dorong Swasembada Pangan hingga Patroli Ketat Jelang Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:15 WIB
header img
Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo didampingi Wakapolda, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa saat memberikan keterangan pers kepada wartawan usai memimpin Rapim Polri tingkat Polda Papua Barat Daya, Jumat (20/2/2026). (Foto: iNewssorongraya).

 

AIMAS, iNewssorongraya.id – Rapim Polri tingkat Polda Papua Barat Daya menjadi panggung penegasan arah kebijakan strategis kepolisian di daerah. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, menegaskan komitmen mendukung swasembada pangan nasional, menggelorakan perang terhadap sampah, serta memperkuat patroli keamanan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. 

Rapat pimpinan yang digelar di Ruang Rapat Mapolda Papua Barat Daya, Jumat (20/2/2026), dihadiri seluruh Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran. Kapolda didampingi Wakapolda Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa. 

Dalam konferensi pers usai kegiatan, Kapolda menyatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Kapolri yang sebelumnya dibahas dalam Rapim TNI-Polri di Jakarta.
“Sore hari ini kami baru saja membuka pelaksanaan kegiatan rapim Polri, ini menindaklanjuti apa yang menjadi kebijakan Bapak Kapolri minggu lalu saat kami melaksanakan kegiatan rapim TNI Polri di Jakarta. Dan hal yang sama tentunya harus dilaksanakan di level tingkat Polda,” ujar Gatot.

Kapolda menekankan, kebijakan itu selaras dengan arahan Presiden terkait penguatan swasembada pangan di tengah dinamika global.
“Seperti kita ketahui bersama, Bapak Presiden saat ini menggalakkan bagaimana swasembada pangan Indonesia ini harus bisa tampil dengan kondisi situasi global politik dunia yang kita tidak tahu pastinya ke depan seperti apa,” tegasnya. 

Ia menyebut Polri telah berkontribusi melalui optimalisasi SPPG dan penanaman jagung sebagai komoditas alternatif selain beras.
“Polri sampai saat ini sudah ikut memberikan andil dan kontribusi nyata terkait swasembada pangan, seperti memaksimalkan SPPG dan ikut dalam penanaman jagung yang bisa menjadi komoditas bahan pangan andalan masyarakat Indonesia selain padi atau beras,” jelasnya. 

Namun, implementasi SPPG Polri di Papua Barat Daya masih dalam tahap perencanaan.
“Sementara ini kita masih belum bentuk di Papua Barat Daya. Mabes Polri ingin membantu pelaksanaan pendirian SPPG ini, tentunya nanti akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional dalam realisasinya,” katanya. 

Kapolda juga mengungkap kendala infrastruktur, termasuk belum tuntasnya kepemilikan lahan untuk pembangunan kantor definitif Polda.
“Kita masih numpang kantor, tanah Polda sendiri saja kita belum punya. Untuk rekomendasi tanah memang sudah ada, tapi pembayaran lahan dari pemerintah daerah belum terealisasi,” ungkapnya.

Selain pangan, Rapim Polda Papua Barat Daya menyoroti instruksi Presiden Prabowo terkait perang terhadap sampah. Kapolda menyatakan jajarannya telah menindaklanjuti arahan tersebut melalui aksi bersih lingkungan yang melibatkan personel Polair dan satuan lainnya.
“Begitu beliau menyampaikan perang terhadap sampah, Polda Papua Barat Daya sudah menindaklanjuti. Ini akan terus kita laksanakan. Kebersihan bagian dari iman dan mendukung hidup lebih sehat bagi masyarakat,” ucapnya. 

Menurut Gatot, kepedulian lingkungan bukan hanya simbol, melainkan bagian dari budaya disiplin institusi dan tanggung jawab sosial.

Aspek keamanan juga menjadi fokus. Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Kapolda menginstruksikan peningkatan patroli serta pengawasan ketat terhadap peredaran minuman keras ilegal.
“Kita akan berusaha memberikan imbauan kepada warga yang mudik. Jika merasa tidak yakin rumahnya aman, bisa berkoordinasi dengan polsek terdekat. Patroli akan kita tingkatkan,” tegasnya. 

Ia juga meminta Kapolres menindak tegas peredaran miras tanpa izin yang kerap memicu gangguan kamtibmas.
“Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah, dengan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

Melalui Rapim Polda Papua Barat Daya, institusi kepolisian di wilayah termuda Indonesia itu menegaskan peran strategisnya sebagai penggerak stabilitas daerah—dari penguatan pangan, kepedulian lingkungan, hingga pengamanan masyarakat—sebagai implementasi kebijakan nasional di tingkat lokal.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut