Togel Marak di Kota Sorong, DMI dan MUI Papua Barat Daya Desak Polda Bertindak Tegas
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Desakan terhadap aparat penegak hukum menguat. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat Daya mempertanyakan keseriusan Polda Papua Barat Daya dalam memberantas praktik judi Togel yang disebut masih berlangsung di Kota Sorong.
Ketua Dewan Masjid Indonesia Papua Barat Daya, Kisman Rahayaan, menegaskan bahwa seruan penutupan seluruh bentuk perjudian, termasuk Togel dan peredaran minuman keras, telah disampaikan para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh adat dalam dialog bersama kepolisian beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini aktivitas tersebut dinilai belum sepenuhnya tertangani.
“Jika praktik seperti ini tetap berjalan, publik tentu bertanya tentang efektivitas penegakan hukum dalam memberantas penyakit masyarakat,” ujar Kisman usai pemantauan hilal di salah satu hotel di Kota Sorong, Senin (17/2/2026).
Ia mengungkapkan, saat masih menjabat di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, dirinya pernah menerima laporan warga terkait aktivitas bandar Togel di wilayah Rufei. Dalam waktu singkat, koordinasi dilakukan bersama Wakil Wali Kota saat itu, Hengky Rumbiak, dan praktik tersebut dihentikan.
“Saya punya pengalaman pernah menerima pesan singkat menjelang bulan puasa yang menanyakan mengapa togel masih beroperasi. Keesokan harinya saya berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota saat itu, Bapak Hengky Rumbiak. Kami langsung melakukan tindakan tegas dan praktik tersebut berhenti. Pertanyaannya, mengapa sekarang dengan jumlah aparat yang lebih banyak, praktik togel justru semakin marak,” ujar Kisman.
Senada, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun, menyampaikan bahwa dalam pertemuan bersama jajaran kepolisian, para tokoh menekankan pentingnya langkah konkret menjelang Ramadan.
“Kami harap aparat keamanan mengambil langkah tegas. Judi, termasuk Togel dalam ajaran agama jelas dilarang. Demikian pula minuman keras, yang juga diharamkan. Larangan ini bukan hanya dalam agama Islam, tetapi seluruh agama melarang praktik-praktik yang merusak seperti itu,” tegas Abdul Manan.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata tanggung jawab kepolisian, tetapi juga memerlukan keterlibatan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Sorong, guna menjaga stabilitas sosial.
“Kami berharap ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata demi menjaga situasi Kota Sorong tetap aman dan kondusif,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Hariwibowo, telah menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti maraknya praktik perjudian. Ia menegaskan, upaya pemberantasan kemaksiatan tidak bergantung pada momentum tertentu.
“Sebenarnya tidak harus saat menjelang bulan ramadhan, namun segala sesuatu yang bersentuhan dengan hal-hal yang maksiat, sebenarnya perlu dihindari dan ditiadakan,” kata Gatot.
Di sisi lain, Aktifis dan pengiat anti Korupsi Papua Barat Daya, Andrew Warmasen, mengapresiasi sikap DMI dan MUI yang konsisten menyerukan penutupan aktivitas Togel. Ia meminta aparat bergerak cepat agar praktik tersebut tidak berkembang di tengah masyarakat.
“Sudah jelas Togel itu judi yang dilarang dalam undang-undang, bahkan agama manapun. Ini sudah bulan puasa, Polda tunggu apa lagi. Apa yang perlu dikoordinasikan lagi. Undang-undang juga melarang tentang perjudian. Maka sudah harus ambil langkah tegas. Jangan bikin seakan-akan ini mata pencarian, dengan alasan mencari nafkah sehingga aparat tidak bisa bertindak. Atau jangan-jangan kami duga polisi ada apa-apanya,” tegas Andrew.
Ia juga mengecam keberanian bandar membuka lapak hingga ke permukiman warga di wilayah Papua Barat Daya serta mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk tidak terlibat dalam praktik tersebut.
Sorotan para tokoh dan warga ini menempatkan penanganan Togel sebagai ujian nyata bagi komitmen aparat dan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum di Kota Sorong. Publik kini menunggu langkah konkret yang terukur, transparan, dan berkelanjutan.
Editor : Hanny Wijaya