Duduk Bersama di Waktu Subuh, Cara Hangat Kapolda PBD Rangkul Warga Sorong

STEVANI GLORIA
Kapolda PBD Brigjen Pol Hengki Haryadi (tengah) didampingi jajaran pejabat utama berbaur bersama jamaah usai menggelar giat Subuh Keliling di Masjid Raodah, Kota Sorong, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana strategis serap aspirasi warga.

 

KOTA SORONG, iNewsSorongRaya.id – Kapolda Papua Barat Daya (PBD) Brigjen Pol Hengki Haryadi mengambil langkah jemput bola dalam mengelola keamanan wilayah. Tak sekadar menunggu laporan di balik meja, jenderal bintang satu ini turun langsung membidik akar permasalahan warga melalui program Subuh Keliling di Masjid Raodah, Km 8, Kota Sorong, Kamis (22/10/2026) dini hari.

Langkah ini menjadi manuver taktis kepolisian untuk memutus jarak birokrasi. Didampingi jajaran pejabat utama—meliputi Irwasda, Dirintelkam, Dirlantas, hingga Dirpolairud—kehadiran rombongan pada pukul 04.15 WIT tersebut dimanfaatkan sebagai instrumen deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Brigjen Pol Hengki Haryadi menyatakan bahwa kepercayaan publik dan keamanan wilayah harus dibangun dari komunikasi tanpa sekat.

"Kami hadir langsung di tengah jamaah untuk menyerap aspirasi dan mendengar masukan. Polri harus mengetahui secara pasti berbagai persoalan Kamtibmas yang sedang berkembang langsung dari mulut warga," tegas Kapolda PBD.

Lebih dari sekadar memetakan potensi kriminalitas, diplomasi subuh ini membawa pesan krusial terkait kohesi sosial. Di tengah dinamika pembangunan provinsi baru, Kapolda mendorong warga untuk merawat toleransi beragama sebagai fondasi utama stabilitas daerah.

Di tempat yang sama, Kasubbid PID Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, menggarisbawahi efektivitas pendekatan tersebut dalam membangun sinergi komprehensif.

"Kehadiran pimpinan secara langsung ini adalah bentuk pelayanan humanis. Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat akan terus diperkuat agar situasi yang damai dan kondusif tetap terjaga," ungkapnya.

Strategi blusukan di waktu subuh ini memberikan sinyal tegas bahwa Polda Papua Barat Daya tengah menggeser paradigma pengamanan. Dialog terbuka di rumah ibadah kini diposisikan sebagai ujung tombak preventif yang responsif, memastikan negara hadir lebih awal sebelum konflik atau gangguan keamanan membesar di masyarakat.

 

 

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network