Ia juga meminta masyarakat tetap menjaga situasi keamanan agar proses penyelidikan tidak terganggu.
“Saya minta adik-adik membantu kami supaya situasi tetap tenang. Jangan sampai ada kegiatan lain yang membuat tugas polisi terpecah,” kata Semmy.
Menurutnya, pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka akibat benda tajam.
“Hasil visum masih kami tunggu dari pihak medis. Namun secara garis besar korban meninggal akibat benda tajam, tidak ada luka tembak seperti yang beredar di publik saat ini,” ujar Praja.
Dari data Kepolisian Polres Tambrauw, peristiwa bermula ketika korban melakukan perjalanan dari Kota Sorong menuju Distrik Fef, ibu kota Kabupaten Tambrauw.
Saat melintas di Kampung Banfot sekitar pukul 19.35 WIT, korban diduga dicegat oleh orang tak dikenal di tengah perjalanan.
Saksi yang berada di belakang korban melihat Delano terjatuh dari sepeda motor sebelum akhirnya melarikan diri mencari perlindungan di Pos Satgas TNI terdekat.
Setelah dialog antara Wakapolda dan keluarga korban berlangsung, massa akhirnya sepakat menghentikan aksi pemalangan.
Kasus kematian Abraham Franklin Delano Kambu kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
