Sambil Ngopi di Pangkalan, Kapolresta Sorong Kota Serap Aspirasi Pengemudi Ojek
SORONG KOTA, iNewsSorongRaya.id – Kedekatan polisi dengan masyarakat tidak cukup dibangun melalui patroli dan penegakan hukum. Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan turun langsung menemui pengemudi ojek pangkalan SPG Kilo 7 untuk mendengar keluhan kecelakaan lalu lintas, mendorong ketertiban, dan memperkuat keamanan lingkungan melalui dialog bersama, Rabu (21/10/2026).
Dalam dialog itu, para pengemudi ojek mengeluhkan seringnya kecelakaan lalu lintas di perempatan sekitar pangkalan, terutama pada pagi hari ketika aktivitas warga dan anak-anak sekolah meningkat. Mereka berharap kehadiran polisi dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut.
Menanggapi laporan itu, Amry meminta jajarannya meningkatkan pengaturan lalu lintas pada jam sibuk pagi hari. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan sekaligus meningkatkan keselamatan pengendara dan pejalan kaki, khususnya anak-anak sekolah.
Kapolresta juga mengingatkan pengemudi ojek agar mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm, serta melengkapi dokumen kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Ia menyatakan kesediaannya membantu biaya pengurusan SIM bagi pengemudi yang memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Saya ingin rekan-rekan pengemudi ojek bisa bekerja dengan tenang, tetapi tetap tertib berlalu lintas. Kalau persyaratannya lengkap dan memenuhi ketentuan, silakan urus SIM. Kita akan membantu sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Kapolresta.
Selain keselamatan berkendara, Amry mengingatkan warga agar tidak mengonsumsi minuman keras (miras) di pangkalan ojek. Menurutnya, alkohol dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan apabila seseorang tetap berkendara dalam kondisi terpengaruh.

Ia juga mendorong pengemudi ojek beradaptasi dengan perkembangan transportasi berbasis aplikasi. Persaingan antarpelaku jasa transportasi, katanya, harus tetap sehat dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kepolisian. Seorang warga berharap personel Polri semakin dekat dengan masyarakat dan menghindari tindakan kekerasan ketika menjalankan tugas.
Menanggapi masukan tersebut, Amry menegaskan bahwa polisi bertugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Karena itu, setiap personel harus menghormati warga serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan.
Para pengemudi ojek juga berharap anggota kepolisian yang berpatroli sesekali singgah di pangkalan untuk berinteraksi langsung dengan warga. Mereka menilai komunikasi informal dapat memperkuat kepercayaan sekaligus memudahkan penyampaian informasi mengenai potensi gangguan keamanan.
Amry menyambut baik usulan itu dan mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Para pengemudi ojek pun menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga situasi Kota Sorong tetap kondusif.
Dalam kesempatan yang sama, Amry mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pemalangan jalan sebagai cara menyelesaikan persoalan. Tindakan tersebut dapat menghambat mobilitas warga dan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Ia mencontohkan pemalangan jalan akibat persoalan sampah yang terjadi sebelumnya. Menindaklanjuti kejadian itu, Kapolresta memerintahkan Kapolsek Sorong Timur bersama Kasat Binmas melakukan pendekatan kepada warga melalui dialog dan musyawarah hingga palang jalan berhasil dibuka.
“Kalau ada permasalahan, mari kita duduk bersama dan mencari jalan keluar melalui dialog dan musyawarah. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan justru menghambat aktivitas masyarakat dengan melakukan pemalangan jalan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya penyelesaian masalah melalui komunikasi tanpa mengorbankan kepentingan publik. Kepolisian juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar persoalan di lingkungan setempat dapat ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Pada kesempatan tersebut, Kapolresta juga turut menyosialisasikan Layanan Polisi 110 yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam untuk meminta bantuan, menyampaikan pengaduan, atau melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan petugas.
Ia mengimbau warga menyampaikan informasi secara jelas, terutama mengenai lokasi dan jenis kejadian, agar petugas dapat menindaklanjuti laporan sesuai kondisi di lapangan.
Salah satu warga, Yanto, mengapresiasi kehadiran Kapolresta yang bersedia mendengarkan aspirasi pengemudi ojek secara langsung.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolresta yang sudah datang dan ngopi bersama kami. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar polisi semakin dekat dengan masyarakat, mau mendengarkan keluhan warga, dan mengedepankan pendekatan humanis. Kami juga siap bekerja sama dengan kepolisian untuk menjaga kamtibmas di Kota Sorong,” ujar Yanto.
Kegiatan Ngopi Bareng Masyarakat merupakan bagian dari implementasi program “Polisi Bersama Masyarakat” sekaligus mendukung program 100 Hari Kapolri melalui pendekatan dialogis, pelayanan responsif, dan penguatan kemitraan antara Polri dan warga.
Namun, kedekatan yang terbangun melalui pertemuan informal perlu diikuti tindak lanjut nyata. Keluhan mengenai kecelakaan lalu lintas, harapan atas pelayanan yang humanis, serta kebutuhan akan kehadiran polisi di tengah warga menjadi sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian berkelanjutan.
Melalui komunikasi langsung, Polresta Sorong Kota berharap masyarakat semakin mudah menyampaikan keluhan dan memperoleh akses pelayanan kepolisian. Sebaliknya, partisipasi warga juga diperlukan untuk menjaga ketertiban, meningkatkan keselamatan berlalu lintas, dan mencegah gangguan keamanan.
Ngopi bersama bukan sekadar membangun keakraban, melainkan membuka ruang bagi polisi dan masyarakat untuk mengenali persoalan serta mencari solusi bersama. Ukuran keberhasilannya akan terlihat dari tindak lanjut atas aspirasi warga dan meningkatnya rasa aman di Kota Sorong.
Editor: Hanny Wijaya