Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tutup Kegiatan Retret 114 Kepala Kampung, Begini Pesan Bupati Raja Ampat
Advertisement . Scroll to see content

Penutupan Festival Pesona Raja Ampat, Bupati Orideko: Suling Tambur Mengajarkan Persatuan

Minggu, 18 Oktober 2026 | 03:57 WIB
  • author FELIX ADIDATI
Penutupan Festival Pesona Raja Ampat, Bupati Orideko: Suling Tambur Mengajarkan Persatuan
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya dan meneruskan tradisi kepada generasi muda saat penutupan Festival Pesona Raja Ampat 2026 di Pantai Waisai Torang Cinta.(FOTO : iNewssoraya.id/FELAD)

 

WAISAI, iNewssorongraya.id — Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas masyarakat di tengah pengembangan pariwisata daerah. Pesan itu disampaikan saat penutupan Festival Pesona Raja Ampat 2026, yang menghadirkan seni tradisional sebagai bagian dari daya tarik wisata sekaligus ruang pelestarian budaya lokal.

“Suling tambur mengajarkan kita bahwa suara yang berbeda dapat berpadu menjadi irama yang indah, kuliner tradisional mengingatkan kita bahwa kearifan leluhur tetap relevan hingga hari ini,” ujar Orideko.

Festival yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Pantai Waisai Torang Cinta tersebut menampilkan lomba suling tambur, tarian adat, kuliner tradisional, dan perahu hias. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

Orideko mengapresiasi keterlibatan para pelaku seni dan budaya dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, setiap perlombaan dan pertunjukan mengandung nilai kerja sama sekaligus mengajarkan masyarakat untuk menghargai kekayaan budaya daerah.

Namun, pelestarian tradisi tidak cukup hanya melalui festival tahunan. Keterlibatan generasi muda dan keberlanjutan proses pewarisan pengetahuan menjadi faktor penting agar kesenian tradisional tetap dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sisi pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, menekankan keterkaitan antara kelestarian laut dan keberlangsungan budaya masyarakat Raja Ampat.

Ia menjelaskan bahwa laut tidak hanya memiliki nilai keindahan alam, tetapi juga menjadi sumber penghidupan serta bagian dari identitas, adat istiadat, dan tradisi masyarakat setempat.

“Ketika laut terjaga, budaya tetap hidup. Ketika budaya Lestari, identitas masyarakat tetap kuat,” kata Reza.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Raja Ampat perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan penghormatan terhadap budaya lokal. Tradisi tidak semestinya berhenti sebagai tontonan bagi wisatawan, tetapi harus tetap terjaga sesuai nilai dan konteks masyarakat pemiliknya.

Penutupan festival kemudian dilanjutkan dengan pesta rakyat yang menghadirkan artis lokal Papua dan disambut antusias warga Waisai.

Festival Pesona Raja Ampat 2026 pun berakhir, tetapi tantangan pelestarian budaya masih berlanjut. Keberhasilan menjaga warisan leluhur tidak hanya ditentukan oleh meriahnya panggung festival, melainkan oleh kemampuan masyarakat meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.

Editor: Chanry Suripatty

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut