get app
inews
Aa Text
Read Next : Babak Pertama Menggila! Persipura Hantam Persiku 2-0 di Lukas Enembe, 30.000 Suporter Bergelora

Breaking News!Persipura Kalah Dari Adhyaksa FC, Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe

Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:35 WIB
header img
Sejumlah kendaraan roda dua dan empat dibakar massa usai laga Persipura VS Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura. (Foto: iNews).

JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Laga hidup-mati antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada babak play-off promosi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 berubah menjadi kericuhan besar di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026) petang. 

Kekalahan 0-1 yang dialami tim berjuluk Mutiara Hitam memicu ledakan emosi ribuan suporter yang sejak siang telah memadati stadion demi menyaksikan Persipura kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. 

Gol tunggal Adilson Silva pada masa injury time babak pertama menjadi penentu kemenangan Adhyaksa FC sekaligus mengubur harapan Persipura promosi ke Liga 1 musim depan. 

Situasi memanas sesaat setelah wasit Asker Nadjfaliev meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Ribuan penonton yang kecewa langsung meluapkan emosi dengan melempar botol, flare, hingga berbagai benda keras ke arah lapangan dan aparat keamanan. 

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan suporter merangsek masuk ke tengah lapangan. Sebagian massa tampak merusak fasilitas pertandingan, termasuk bench pemain, kaca pintu masuk lapangan, serta sejumlah perangkat stadion. 

Kerusuhan tidak hanya terjadi di dalam stadion. Di area luar stadion, massa dilaporkan membakar ban dan merusak sejumlah kendaraan. Beberapa kendaraan aparat keamanan juga menjadi sasaran amuk massa. 

Kericuhan juga dipicu kekecewaan suporter terhadap keputusan perangkat pertandingan yang dinilai kontroversial selama laga berlangsung.  

Belasan ribu pendukung Persipura meneriakkan protes karena wasit tidak melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR) dalam beberapa momen krusial pertandingan. 

Kemarahan suporter semakin memuncak ketika tim tuan rumah gagal menyamakan kedudukan hingga laga usai. 

Sejumlah suporter bahkan terlihat membawa balok kayu dan menghancurkan fasilitas di sekitar stadion. Beberapa kelompok massa juga menyalakan flare di area lapangan hingga menyebabkan kabut asap menyelimuti Stadion Lukas Enembe. 

Dalam situasi chaos tersebut, aparat gabungan langsung membentuk barikade guna mengamankan pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan menuju ruang ganti. 

Para pemain dari kedua tim dilaporkan sempat tertahan di dalam ruang pemain karena kondisi di luar stadion belum sepenuhnya aman.

Ketegangan semakin meningkat ketika aparat keamanan berusaha membubarkan massa yang terus bergerak menuju pusat lapangan. 

Lemparan botol dan kaleng dari arah tribun beberapa kali mengarah ke petugas kepolisian yang sedang melakukan evakuasi terhadap tim Adhyaksa FC. 

Kepulan asap gas air mata sempat membuat panik dan sesak ribuan penonton yang berusaha keluar dari tribun stadion. 

Situasi di sejumlah titik sekitar stadion berubah mencekam. Massa terlihat membakar ban di badan jalan, sementara aparat gabungan terus berjaga menggunakan kendaraan taktis hingga Jumat malam. 

Meski demikian, aparat akhirnya berhasil mengendalikan kondisi secara bertahap untuk mencegah kerusuhan meluas ke area permukiman warga. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah korban maupun total kerugian akibat insiden tersebut. Polisi juga masih menyelidiki pihak yang diduga memulai provokasi hingga kerusuhan pecah.

Kegagalan promosi ini menjadi pukulan berat bagi Persipura dan masyarakat Papua yang selama ini berharap klub kebanggaan mereka kembali tampil di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Sepanjang musim, Persipura menjalani perjuangan panjang untuk bangkit setelah terdegradasi dari kasta elite sepak bola nasional. 

Dukungan publik Papua terlihat luar biasa dalam laga penentuan tersebut. Ribuan suporter telah memadati stadion sejak siang hari dengan harapan menyaksikan kebangkitan tim Mutiara Hitam.
Namun hasil akhir justru meninggalkan luka mendalam dan berubah menjadi malam penuh ketegangan di Jayapura.
“Sedih sekali, kami datang dengan harapan besar. Tapi beginilah sepak bola. Kami tetap dukung Persipura,” ujar salah satu suporter di luar stadion. 

Pihak panitia pelaksana dan aparat keamanan mengimbau seluruh pendukung untuk tetap menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan banyak pihak pasca pertandingan.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut