get app
inews
Aa Text
Read Next : Babak Pertama Menggila! Persipura Hantam Persiku 2-0 di Lukas Enembe, 30.000 Suporter Bergelora

Publik Papua Menahan Napas, Persipura Hadapi Adhyaksa Pada Final Hidup-Mati di Stadion Lukas Enembe

Kamis, 07 Mei 2026 | 10:24 WIB
header img
Tim Mutiara Hitam, Persipura Jayapura. (INSERT FOTO : Head Coach, Rahmad Darmawan)

 

JAYAPURA, iNewssorongraya.idPersipura Jayapura menghadapi pertaruhan terbesar musim ini saat menjamu Adhyaksa FC pada babak play-off promosi Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5/2026) pukul 17.00 WIT. Duel single match itu menjadi penentu nasib Mutiara Hitam untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Laga tersebut tidak sekadar pertandingan perebutan tiket promosi. Pertemuan Persipura kontra Adhyaksa FC berubah menjadi momentum kebangkitan klub legendaris asal Papua yang dalam beberapa musim terakhir berjuang keluar dari tekanan kompetisi kasta kedua.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, Persipura memang diunggulkan. Namun Pelatih Kepala Persipura, Rahmad Darmawan, meminta seluruh pemain tetap waspada dan tidak kehilangan fokus menghadapi tekanan laga penentuan.

“Perjuangan Persipura sejak awal musim hingga akhir kompetisi bukanlah hal yang mudah, sebabnya seluruh pemain tetap menjaga fokus dan tidak kehilangan momentum,” kata Rahmad Darmawan.

Pelatih yang akrab disapa Coach RD itu menegaskan pertandingan melawan Adhyaksa FC merupakan final sesungguhnya bagi Persipura musim ini.

“Walau bermain di kandang sendiri, kita semua dan pemain terutama tidak meremehkan kekuatan Adhyaksa FC, sebab dalam sepakbola segala kemungkinan bisa terjadi,” tuturnya.

Status tuan rumah memang menjadi keuntungan tersendiri bagi Persipura. Tim asal Papua itu berhak menggelar laga play-off di Stadion Lukas Enembe setelah mengoleksi 56 poin, lebih tinggi dibanding Adhyaksa FC yang mengemas 51 poin di Grup 1.

Namun format single match membuat seluruh peluang tetap terbuka. Satu kesalahan kecil dapat menghancurkan mimpi promosi kedua tim.

Tekanan justru lebih besar berada di kubu Persipura. Publik Papua menaruh harapan tinggi kepada Boaz Solossa dan rekan-rekannya untuk membawa kembali klub kebanggaan masyarakat Papua ke Liga 1 Indonesia.

“Kita harus menang dan tentunya itu laga final yang wajib kita amankan poin penuh disini. Ini moment yang penting dan harus di jaga oleh pemain. Saya juga mohon dukungan doa dari masyarakat Papua,” ujar RD.

Atmosfer Stadion Lukas Enembe diprediksi kembali penuh sesak. Pada laga terakhir fase grup melawan Persiku Kudus, sebanyak 32.840 penonton memadati stadion saat Persipura menang 2-0.

Dukungan besar publik Papua menjadi energi tambahan bagi Mutiara Hitam, sekaligus tekanan psikologis yang harus dikelola pemain sepanjang pertandingan.

Di balik status underdog, Adhyaksa FC datang ke Papua dengan materi pemain berpengalaman yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Nama Makan Konate menjadi ancaman utama di lini tengah. Gelandang asal Mali itu dikenal memiliki visi bermain, distribusi bola, dan kemampuan mengatur ritme serangan yang matang setelah lama berkiprah di kompetisi Indonesia.

Selain itu, Adhyaksa juga diperkuat striker jangkung asal Portugal, Andilson Silva. Dengan postur 191 sentimeter, pemain berusia 28 tahun tersebut dinilai berpotensi merepotkan lini pertahanan Persipura yang dikomandoi Artur Vieira.

Ancaman lain datang dari mantan penyerang Persipura, Ramiro Fergonzi. Striker asal Argentina itu justru tampil tajam bersama Adhyaksa FC musim ini.

Dalam 10 pertandingan, Fergonzi mencatatkan tujuh gol dan tujuh assist. Statistik itu memperlihatkan efektivitasnya sebagai mesin serangan sekaligus kreator peluang.

Pertandingan melawan Persipura dipastikan memiliki nilai emosional tersendiri bagi Fergonzi yang pernah mengenakan jersey Merah Hitam pada 2022.

Selain tiga nama tersebut, Adhyaksa FC juga diperkuat pemain berpengalaman seperti Miftahul Hamdi dan Hasim Kipuw.

Rahmad Darmawan mengaku sudah mempelajari kekuatan lawan secara detail. Ia menilai Adhyaksa FC merupakan tim solid dengan organisasi permainan yang disiplin.

“Melawan Adhyaksa kita pernah melakukan uji coba dan tentu kita melihat tim ini tim yang solid, tim yang sangat baik dalam organisasi bermain dan itu dibuktikan dengan mereka ada di posisi kedua,” ungkap RD.

Menurut dia, kualitas individu pemain Adhyaksa FC memaksa Persipura menyiapkan pendekatan berbeda demi meredam agresivitas lawan.

“Pemain-pemain yang menurut saya punya kemampuan sangat baik, tentu treatment dari kita tentu juga harus ada yang berbeda,” ujarnya.

RD memastikan fokus utama Persipura saat ini adalah menjaga konsentrasi, membenahi detail permainan, serta memastikan mental pemain tetap stabil menghadapi tekanan laga besar.

“Momentum ini sangat berharga. Perjuangan kita dari awal musim sampai sekarang luar biasa. Fokus kita sekarang adalah membenahi tim dan mempersiapkan diri dengan maksimal untuk babak play off,” tegasnya.

Sementara itu, menjelang kick off, kedua tim dijadwalkan menjalani rangkaian agenda resmi kompetisi mulai dari Match Coordination Meeting (MCM), Official Training (OT), hingga Pre Match Press Conference (PMPC) pada Kamis (7/5/2026).

Media Officer Persipura, Eveerth Joumilena, mengatakan seluruh tahapan akan dipusatkan di Stadion Lukas Enembe.

“Match Coordination Meeting (MCM) akan dilaksanakan pada Kamis, 07 Mei 2026, pukul 13.00 WIT hingga selesai di Meeting Room Stadion Lukas Enembe,” ujar Eveerth Joumilena dalam keterangan pers resmi.

Persipura mendapat jadwal official training pukul 14.30–15.30 WIT dan dilanjutkan pre match press conference pukul 15.30–15.45 WIT.

Sementara Adhyaksa FC menjalani official training pukul 16.00–17.00 WIT dan konferensi pers pukul 15.45–16.00 WIT.

Rangkaian agenda itu menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan akhir kedua tim sebelum menjalani pertandingan paling menentukan musim ini.

Bagi Persipura Jayapura, laga play-off melawan Adhyaksa FC bukan hanya soal tiket promosi. Pertandingan tersebut juga menjadi pertaruhan harga diri salah satu klub paling bersejarah di sepak bola Indonesia.

Mutiara Hitam pernah menjadi kekuatan dominan sepak bola nasional. Kini, satu kemenangan akan membuka jalan mereka kembali ke panggung elite dan menghidupkan kembali kejayaan klub kebanggaan masyarakat Papua itu.

Sebaliknya, kegagalan akan memperpanjang penantian Persipura untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.

Dengan dukungan penuh publik Papua, pengalaman pemain senior, dan momentum positif usai menaklukkan Persiku Kudus 2-0, Persipura kini berada di ambang kebangkitan.

Namun di hadapan mereka berdiri Adhyaksa FC yang datang dengan organisasi permainan solid, pemain berpengalaman, serta ambisi besar menciptakan sejarah baru.

Jumat petang di Stadion Lukas Enembe akan menjadi panggung penentuan: apakah Persipura kembali bangkit, atau justru kembali tertahan di gerbang Liga 1.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut