Kariernya kemudian berlanjut pada posisi strategis sebagai Karo Ops Polda Maluku Utara dan Karo Ops Polda Banten. Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab terhadap perencanaan serta pengendalian operasi kepolisian di masing-masing wilayah.
Semmy selanjutnya mendapat penugasan di Mabes Polri sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Ops Sops Polri sekaligus menjalani Pendidikan Reguler Sesko TNI. Rekam pengalaman itu memperkuat kapasitasnya sebelum kembali mendapat kepercayaan memegang posisi strategis di wilayah Papua.
Pada 30 Desember 2024, melalui Surat Telegram Kapolri, Semmy diangkat sebagai Wakapolda Papua Barat Daya. Selama sekitar satu setengah tahun berada di provinsi baru tersebut, ia terlibat dalam pengamanan dan pengendalian stabilitas keamanan daerah.
Kepercayaan itu berlanjut pada akhir Juni 2026, ketika Semmy memperoleh kenaikan pangkat dari Komisaris Besar Polisi menjadi Brigadir Jenderal Polisi. Prosesi kenaikan pangkat tersebut berlangsung di Mapolda Papua Barat Daya.
Kini, pengalaman yang diperoleh dari berbagai medan penugasan tersebut menjadi bekal dalam menjalankan fungsi barunya di Sespim Lemdiklat Polri. Tantangannya bukan lagi sekadar memastikan operasi berjalan efektif, tetapi mentransformasikan pengalaman lapangan menjadi pengetahuan dan nilai kepemimpinan bagi generasi penerus Polri.
Dalam perbincangan dengan iNewssorongraya.id sebelum pindah tugas ke Lemdiklat Polri, Semmy menekankan pentingnya integritas bagi setiap orang yang menerima amanah dalam penegakan hukum.
“Kejahatan akan semakin menjadi-jadi apabila orang-orang yang diberikan amanah dan bertanggung jawab untuk meniadakan perbuatan jahat itu justru ikut-ikutan menjadi jahat,” ungkap Brigjen Semmy.
Pernyataan tersebut memperlihatkan garis pemikiran yang menjadi penting dalam fase baru kariernya. Penegakan hukum, menurut pesan yang disampaikannya, tidak hanya bergantung pada kemampuan operasional, tetapi juga pada integritas personel yang menjalankan kewenangan.
Dari Serui hingga panggung pendidikan strategis Polri, perjalanan Semmy menunjukkan pergeseran peran dari seorang komandan lapangan menjadi bagian dari proses pembentukan calon pemimpin institusi. Pengalaman panjangnya kini diuji dalam ruang yang berbeda: membentuk karakter, kapasitas, dan integritas generasi penerus Polri.
Babak baru itu sekaligus menempatkan pengalaman seorang putra Papua bukan hanya sebagai rekam jejak pribadi, tetapi sebagai modal untuk ikut menentukan kualitas kepemimpinan Polri di masa mendatang.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
