Mayat Mengapung di Perairan Pulau Soop Kota Sorong, Identitas Korban Belum Terungkap
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan nelayan dalam kondisi mengapung di perairan Pulau Soop, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (2/10/2026) pagi kemarin. Korban kemudian dievakuasi tim SAR gabungan ke Rumah Sakit Sele Be Solu untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Sorong, Monce Brury, mengatakan laporan penemuan mayat diterima pihaknya sekitar pukul 07.30 WIT. Informasi awal menyebut korban ditemukan nelayan sekitar pukul 07.00 WIT pada koordinat 0°54’25,03” LS dan 131°12’13,39” BT.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Sorong langsung bergerak menuju lokasi menggunakan Rescue Boat (RBB) Sorong dan rescue truck personel.
Jarak lokasi penemuan dari Dermaga Perikanan Sorong mencapai sekitar 3,44 mil laut secara garis lurus. Tim memperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIT.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 08.50 WIT, tim langsung melakukan evakuasi terhadap korban dari perairan menuju RBB Sorong. Korban kemudian dibawa kembali ke Dermaga Perikanan Sorong untuk selanjutnya dipindahkan ke rumah sakit.
Sekitar pukul 09.30 WIT, RBB tiba di Dermaga Perikanan Sorong. Tim kemudian mengevakuasi korban menggunakan rescue truck menuju RS Sele Be Solu.
“Operasi SAR Penanganan Penemuan Mayat Di Perairan Pulau Soop,” kata Monce Brury dalam laporan penanganan Basarnas Sorong.
Pada pukul 09.50 WIT, korban diserahkan kepada pihak RS Sele Be Solu. Setelah proses tersebut, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.
Namun, hingga proses evakuasi selesai, identitas korban belum diketahui.
Sebanyak 22 personel terlibat dalam proses evakuasi, terdiri atas 12 rescuer KPP Sorong, dua personel Polairud Polresta Sorong, serta delapan personel Polresta Sorong.
Operasi tersebut didukung satu unit rescue truck personel, satu unit RBB Sorong, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya. Tidak terdapat faktor penghambat dalam pelaksanaan evakuasi.
Penemuan ini kini menyisakan persoalan penting yang belum terjawab, yakni siapa korban tersebut dan bagaimana korban bisa berada di perairan Pulau Soop. Jawaban atas pertanyaan itu membutuhkan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Editor: Hanny Wijaya