Bupati Raja Ampat Hidupkan Kembali Program ORISUN, Lansia Tak Boleh Terlupakan di Usia Senja

CHANRY SURIPATTY
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam mengaktifkan kembali Program ORISUN bagi lansia OAP berusia 65 tahun ke atas. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat perlindungan sosial dan kesejahteraan warga lanjut usia.

 

 

WAISAI, iNewssorongraya.id — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kembali mengaktifkan Program ORISUN (Orang Raja Ampat Hidup Sejahtera di Usia Senja) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga lanjut usia, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Program yang sempat terhenti akibat efisiensi anggaran ini menyasar lansia berusia 65 tahun ke atas.

Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam meluncurkan kembali program perlindungan sosial tersebut di kawasan Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kamis (15/10/2026), bertepatan dengan pembukaan Festival Pesona Raja Ampat 2026.

Program ini menempatkan kesejahteraan lansia sebagai bagian dari pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan masyarakat yang telah berkontribusi bagi keluarga, adat, agama, dan pemerintahan.

Bagi Orideko, perhatian terhadap lansia tidak cukup diwujudkan melalui penghormatan secara sosial. Pemerintah daerah juga perlu menghadirkan dukungan nyata agar warga lanjut usia dapat menjalani masa tua dengan lebih layak.

Orideko mengatakan, para lansia telah menyumbangkan pikiran dan tenaga bagi kehidupan masyarakat Raja Ampat. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memperhatikan kesejahteraan mereka.

“Mereka sudah banyak menyumbangkan pikiran dan tenaga, baik untuk pemerintahan, adat maupun agama. Sehingga di akhir-akhir usia mereka, kami harus memikirkan bagaimana memberikan senyum untuk mereka,” ujar Orideko.

Program ORISUN menyasar warga OAP berusia minimal 65 tahun yang berdomisili di Kabupaten Raja Ampat. Pemerintah daerah menargetkan bantuan tersebut menjangkau ribuan lansia, termasuk masyarakat yang tinggal di kampung-kampung dan wilayah kepulauan.

Bantuan dana tersebut disalurkan melalui rekening masing-masing penerima dan dicairkan setiap enam bulan, dengan nilai Rp1,5 juta dalam satu kali pencairan.

Pengaktifan kembali ORISUN tidak terlepas dari persoalan keberlanjutan program. Orideko mengakui, kebijakan efisiensi anggaran sebelumnya menyebabkan pelaksanaan bantuan tersebut terhenti sehingga sejumlah lansia mempertanyakan kelanjutan manfaat yang biasa mereka terima.

“Program ini sebenarnya sudah ada, tetapi kemarin karena efisiensi sempat tidak berjalan. Akhirnya orang-orang tua kita bertanya, kenapa biasanya kami dapat, sekarang berhenti,” kata Orideko.

Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya kesinambungan dalam penyelenggaraan perlindungan sosial. Bagi penerima yang mengandalkan bantuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari, kepastian penyaluran menjadi aspek penting selain besaran dana yang diterima.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kini berupaya menghidupkan kembali program tersebut sekaligus memperkuat landasan regulasinya. Langkah ini diharapkan memberikan kepastian pelaksanaan agar bantuan tidak hanya tersedia dalam periode tertentu, tetapi dapat dijalankan secara terencana dan berkelanjutan.

Orideko mengatakan, pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan tim kementerian untuk mendukung penyusunan regulasi yang diperlukan.

“Kami coba bagaimana caranya orang-orang tua kita harus tersenyum. Karena itu program ini kami munculkan lagi,” ujar Orideko.

Program ORISUN menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan merupakan adaptasi kebijakan perlindungan sosial yang disesuaikan dengan kondisi lokal Raja Ampat. Pengelolaannya juga diarahkan berbasis data terintegrasi bersama pihak terkait.

Pengaktifan kembali program ORISUN menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam memperkuat perlindungan sosial bagi para lanjut usia Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi sasaran program. Mengingat masyarakat Raja Ampat tersebar di berbagai pulau dan kampung, pelaksanaan ORISUN diharapkan mampu menjangkau lansia yang memenuhi kriteria penerima, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan akses pelayanan terbatas.

Melalui pendataan yang akurat, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, serta pengawasan dan pembiayaan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat diharapkan dapat memastikan manfaat program dirasakan oleh para lansia yang berhak sesuai ketentuan. Sejalan dengan pengembangan pariwisata melalui Festival Pesona Raja Ampat 2026, keberlanjutan ORISUN diharapkan turut memperkuat pembangunan daerah yang tidak hanya mengandalkan potensi alam dan pariwisata, tetapi juga menempatkan kesejahteraan lansia OAP sebagai bagian penting dari kemajuan Raja Ampat.

 

 

 

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network